Pencarian ABK Jatuh di Perairan Pulau Kelagian Memasuki Hari Kelima, Tim SAR Gabungan Perluas Area Pencarian

Lampung – Operasi pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan terjatuh dari kapal nelayan di perairan sekitar Pulau Kelagian, Kabupaten Pesawaran, masih terus dilakukan. Hingga hari keempat pelaksanaan operasi SAR, Rabu (29/7), korban bernama Radit Setiawan (18) belum berhasil ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung yang diwakili oleh Dantim Rescuer Santosa mengatakan Tim SAR Gabungan terus mengoptimalkan upaya pencarian dengan memperluas area penyisiran serta menambah kekuatan personel di lapangan.

“Memasuki hari ketiga operasi, Selasa (28/7), Tim SAR Gabungan memulai pencarian sejak pukul 07.20 WIB dengan menyisir pesisir Pantai Pulau Langga Lunik, Pulau Langga Balak, dan Pulau Tanjung Putus menggunakan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 serta tujuh perahu nelayan. Pencarian dilakukan hingga radius sekitar 20 mil laut, namun belum membuahkan hasil.”, ujarnya

Operasi kemudian dilanjutkan pada hari keempat, Rabu (29/7), dengan pola pencarian yang sama. Untuk meningkatkan efektivitas operasi, Basarnas Lampung mengerahkan tambahan enam personel rescue sebagai penebalan kekuatan. Di tengah pelaksanaan operasi, RIB 03 sempat bergerak menuju Pelabuhan Panjang untuk melakukan pengisian ulang bahan bakar sebelum kembali bersiaga mendukung pencarian.

“Selain penyisiran di laut, Tim SAR Gabungan juga memberikan imbauan kepada para nelayan yang beraktivitas di sekitar lokasi kejadian agar segera melapor apabila melihat tanda-tanda maupun keberadaan korban dan menghubungi Basarnas Lampung di emergency call 115 atau telp 082180048006.”, tambah Dantim.

Operasi SAR melibatkan personel dari Tim Rescue KN SAR Basudewa, Kantor Basarnas Lampung, Lanal Lampung, Mabes Polairud, Direktorat Polairud Polda Lampung, Satpolairud Polres Pesawaran, keluarga korban, serta masyarakat setempat.

Selama pelaksanaan operasi, kondisi cuaca di lokasi pencarian terpantau berawan dengan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1 meter sehingga masih mendukung proses pencarian. Adapun kendala yang dihadapi di lapangan adalah jaringan komunikasi GSM yang kurang stabil.

Hingga operasi dihentikan sementara pada Rabu sore, korban masih belum ditemukan. Tim SAR Gabungan dijadwalkan melanjutkan pencarian pada Kamis (30/7) dengan evaluasi dan rencana operasi hari kelima untuk memperluas area pencarian di sekitar lokasi kejadian. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *