METRO- Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menegaskan komitmen Pemerintah Kota Metro untuk membantu pendidikan anak yatim yang terkendala biaya, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Komitmen itu disampaikan saat menghadiri kegiatan santunan bagi 400 anak yatim dan lansia di Mawadah 29, Kelurahan Banjarsari, yang rutin digelar setiap bulan di kediaman Haji Hendro Lukito.

Dalam sambutannya, Bambang mengapresiasi kegiatan sosial yang telah berlangsung selama kurang lebih 34 tahun tersebut. Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan santunan menjadi bukti nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Atas nama Pemerintah Kota Metro, saya merasa bangga dan bahagia dapat hadir langsung bersama anak-anak yatim dan masyarakat. Semoga kegiatan yang telah berjalan puluhan tahun ini terus mendapat keberkahan dan menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat,” ujar Bambang.

Ia juga mendoakan Haji Hendro Lukito beserta keluarga agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelimpahan rezeki sehingga dapat terus berbagi kepada masyarakat.
Pada kesempatan itu, Bambang menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mengenyam pendidikan. Pemerintah Kota Metro, kata dia, siap memfasilitasi bantuan bagi anak yatim yang mengalami kesulitan biaya pendidikan.
“Bagi anak-anak yang memiliki semangat belajar namun terkendala biaya, silakan disampaikan melalui pengurus dan pembina. Pemerintah bersama berbagai pihak akan berupaya membantu agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan,” katanya.
Selain membuka peluang bantuan pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, Wali Kota juga menyebut adanya kesempatan memperoleh beasiswa kuliah di Universitas Islam Lampung (Unisla) Metro bagi anak-anak yang memenuhi syarat.
Bambang turut memberikan motivasi kepada anak-anak yatim agar tetap percaya diri dalam mengejar cita-cita. Menurutnya, status sebagai anak yatim bukan menjadi penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Jangan pernah merasa rendah diri. Menjadi anak yatim bukan kesalahan siapa pun. Semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk sukses dan berkontribusi bagi bangsa dan negara,” pesannya.
Kegiatan santunan ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar dan kepedulian sosial antara pemerintah, masyarakat, serta para dermawan dalam mendukung kesejahteraan anak yatim dan lansia di Kota Metro. (Adv)







