Tanggamus — Upaya pencarian intensif tim SAR gabungan terhadap seorang pemancing yang hilang di Bendungan Batu Tegi, Kabupaten Tanggamus, Lampung, akhirnya membuahkan hasil. Korban bernama Misroni (35) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (19/4), setelah sebelumnya dilaporkan hilang sejak Sabtu (18/4).
Korban diduga terjatuh dari perahu saat memasang jaring ikan. Kecurigaan muncul saat korban tak kunjung pulang hingga malam hari. Pencarian awal oleh keluarga menemukan sepeda motor, sandal, serta perahu korban dalam kondisi terbalik di lokasi kejadian.
Menerima laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung langsung mengerahkan tim rescue Pos SAR Tanggamus ke lokasi. Setibanya di lokasi pada Minggu dini hari, tim segera melakukan koordinasi dan asesmen sebelum melanjutkan operasi pencarian.
Memasuki hari kedua, pencarian dilakukan secara terpadu dengan membagi 2 (dua) tim. SRU I melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di area bendungan dan SRU II melakukan penyisiran visual di sepanjang tepian. Tim juga melakukan penyelaman di titik-titik yang dicurigai, meski menghadapi kondisi ekstrem.
“Hambatan utama kami adalah jarak pandang di dalam air yang mencapai nol meter sehingga proses pencarian bawah air cukup berisiko. Namun, tim tetap berupaya maksimal hingga korban berhasil ditemukan,” ujar Tri Wardoyo (Dantim Rescuer) di lokasi.
Korban akhirnya ditemukan pada pukul 15.40 WIB, sekitar 90 meter dari titik awal kejadian. Jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dihentikan dan dinyatakan selesai. Kami mengapresiasi seluruh unsur SAR yang terlibat dan masyarakat yang turut membantu dalam proses pencarian,” tambahnya.
Operasi ini melibatkan tim SAR gabungan dari Pos SAR Tanggamus, Kantor SAR Lampung, babinkamtibmas, unsur SAR MTA, aparat Pekon Air Naningan, serta warga sekitar. (*)







