Warga Pringsewu Hilang Terseret Arus Sungai, Pencarian Hari Ketiga Diperluas hingga Hilir

Pringsewu — Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang setelah terseret arus Sungai Rantau Tijang di Desa Penengahan, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Hingga memasuki hari ketiga operasi, korban belum berhasil ditemukan.

Korban diketahui bernama *Riza Kurniawan (28)*, warga Dusun Kampung Baru, Desa Penengahan. Ia dilaporkan hilang pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB saat hendak menyeberangi sungai sepulang dari sawah.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, debit air Sungai Rantau Tijang tiba-tiba meningkat secara drastis akibat kondisi hulu, sehingga arus menjadi deras dan menyeret korban. Warga yang menyaksikan kejadian tersebut segera melaporkannya kepada aparat desa, yang kemudian diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue dari Pos SAR Tanggamus langsung diberangkatkan ke lokasi kejadian dengan estimasi waktu tempuh sekitar dua jam. Tim tiba pada malam hari dan segera berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan untuk melakukan assessment awal.

Namun, pencarian pada hari pertama terpaksa dihentikan sementara pada pukul 23.30 WIB karena keterbatasan jarak pandang dan faktor keselamatan.

Operasi kemudian dilanjutkan pada hari kedua, Senin (6/4/2026), dengan strategi pencarian yang lebih terstruktur.
Pada operasi hari kedua (H.2), tim SAR membagi personel menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai Rantau Tijang sejauh satu kilometer dari titik lokasi kejadian, sementara SRU kedua menyisir area lain sesuai rencana operasi, termasuk memperluas pencarian ke arah hilir hingga kawasan jembatan menuju Bendungan Way Mada.

Meski pencarian dilakukan secara intensif sepanjang hari dengan metode penyisiran darat dan air, hingga pukul 17.30 WIB korban belum juga ditemukan. Operasi kemudian dihentikan sementara dan dijadwalkan dilanjutkan pada hari ketiga, Selasa (7/4/2026).

“Tim SAR gabungan terus berupaya maksimal dengan menyisir titik-titik yang dicurigai, termasuk memperluas area pencarian ke hilir sungai Rantau Tijang. Namun hingga saat ini korban masih belum ditemukan,” ujar Tri Wardoyo, Wakil Komandan Pos SAR Tanggamus, di lokasi operasi.

Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Tanggamus, BPBD Pringsewu, TNI/Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, Forum Rescue Relawan Lampung (FRRL), aparat pekon, serta masyarakat setempat.

Sejumlah peralatan dikerahkan untuk mendukung proses pencarian, meliputi kendaraan rescue, perahu karet bermotor, peralatan selam, Aqua Eye (alat pendeteksi bawah air), serta perangkat komunikasi.

Sementara itu, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah dan relatif mendukung jalannya operasi H.2. Pada hari ketiga pencarian, tim SAR gabungan berencana memperluas area penyisiran dengan fokus pada titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi tersangkutnya korban di sepanjang aliran sungai.

Upaya pencarian terus dilakukan dengan harapan korban segera ditemukan. (hum/peb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *