Lampung – Inovasi dakwah digital terus dikembangkan oleh Universitas Teknokrat Indonesia melalui Pusat Unggulan Metaverse (JUARAMETA) yang berkolaborasi dengan UKMI Ar-Rahman. Keduanya sukses menyelenggarakan kegiatan Kajian Ramadhan berbasis dunia virtual menggunakan platform Roblox pada Sabtu, 14 Maret 2026 lalu.
Kegiatan ini menjadi terobosan baru dalam menyampaikan nilai-nilai keislaman dengan memanfaatkan teknologi metaverse. Kajian berlangsung secara interaktif dalam ruang virtual yang dirancang menyerupai aula pertemuan, sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih hidup dan mendalam bagi para peserta.
Selain melalui Roblox, kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui platform TikTok Official JUARAMETA, sehingga mampu menjangkau audiens yang lebih luas, khususnya generasi muda yang aktif di dunia digital.
KAJIAN INTERAKTIF DAN PENUH MAKNA
Kajian Ramadhan ini menghadirkan narasumber Atri Wiraguna yang mengangkat tema “Latih Energi Iman, Tebar Edukasi Ramadhan.” Dalam penyampaiannya, ia mengajak peserta untuk meningkatkan kualitas keimanan selama bulan suci sekaligus memanfaatkan teknologi sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai kebaikan.
“Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat iman, sekaligus waktu yang tepat untuk menebarkan edukasi positif melalui media digital yang kita miliki,” ungkap Atri Wiraguna dalam kajiannya.
Peserta yang terdiri dari mahasiswa dan sivitas akademika mengikuti kegiatan dengan antusias. Interaksi tidak hanya terjadi melalui penyampaian materi, tetapi juga dalam sesi diskusi yang berlangsung aktif di dalam dunia virtual tersebut.
INOVASI PEMBELAJARAN BERBASIS METAVERSE
Kegiatan ini menunjukkan bahwa teknologi metaverse dapat dimanfaatkan secara positif, tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi dan penguatan nilai spiritual. Lingkungan virtual yang interaktif memungkinkan peserta merasakan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan metode konvensional.
Pusat Unggulan Metaverse (JUARAMETA) bersama UKMI Ar-Rahman berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan untuk menghadirkan program-program edukatif yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Kami ingin menjadikan teknologi sebagai jembatan dakwah yang mampu menjangkau generasi muda dengan cara yang lebih menarik dan sesuai dengan karakter mereka,” ungkap perwakilan mahasiswa
MENJANGKAU GENERASI MUDA DI ERA DIGITAL
Transformasi digital telah mengubah cara generasi muda mengakses informasi dan belajar. Oleh karena itu, pendekatan dakwah dan edukasi juga perlu beradaptasi agar tetap efektif dan relevan.
Melalui pemanfaatan platform seperti Roblox dan siaran langsung di TikTok, kegiatan ini berhasil menghadirkan pengalaman baru dalam pembelajaran keislaman yang lebih fleksibel, interaktif, dan inklusif. (uti)







