Wali Kota Metro Raih UHC Awards 2026 Kategori Madya, Satu-satunya dari Lampung

Jakarta — Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso meraih penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 kategori Madya atas komitmen Pemerintah Kota Metro dalam memberikan perlindungan jaminan pelayanan kesehatan kepada seluruh penduduk.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Presiden RI yang diwakili Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dr.(H.C) Drs. A. Muhaimin Iskandar, M.Si, pada Senin, 27 Januari 2026, di JIEXPO Convention Centre and Theatre, Jakarta Utara.

UHC Awards terbagi dalam tiga kategori, yakni Utama, Madya, dan Pratama. Kota Metro tercatat sebagai satu-satunya daerah di Provinsi Lampung yang berhasil meraih penghargaan pada kategori Madya.

Berdasarkan data per 1 Januari 2026, cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Metro mencapai 183.676 jiwa atau 99,96 persen dari total penduduk, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 86,06 persen. Capaian tersebut menunjukkan tidak hanya tingginya kepesertaan, tetapi juga upaya memastikan seluruh warga terlindungi jaminan kesehatan.

Penghargaan UHC diberikan kepada 31 pemerintah provinsi serta 397 pemerintah kabupaten/kota di Indonesia yang dinilai berhasil mencapai predikat Universal Health Coverage sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mendaftarkan penduduknya dalam Program JKN.

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menyampaikan apresiasinya atas dukungan seluruh pihak. “Pencapaian ini juga tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi yang solid antara BPJS Kesehatan dan Pemerintah Kota Metro. Pemerintah Kota Metro terus mendorong agar setiap penduduk yang berada di Kota Metro terdaftar sebagai peserta aktif dalam Program JKN,” ujar Bambang.

Ia menegaskan pentingnya UHC bagi masyarakat. “UHC sangat penting untuk memastikan bahwa setiap orang terlindungi oleh Program JKN sehingga dapat memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas. Dalam mencapai UHC, melibatkan berbagai upaya yang signifikan, seperti menjangkau semua masyarakat, dan memastikan pengelolaan Program JKN dalam rangka keberlanjutan finansial,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti menyebut capaian tersebut mencerminkan keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan.

“Hingga 31 Desember 2025, jumlah kepesertaan Program JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau lebih dari 98 persen dari total penduduk Indonesia, dengan tingkat kepesertaan aktif sebesar 81,45 persen. Capaian tersebut sekaligus melampaui target nasional yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025–2029,” tegas Ghufron.

Menurutnya, peran kepala daerah sangat menentukan keberhasilan Program JKN, terutama dalam mendorong pendaftaran penduduk serta menjaga keberlangsungan kepesertaan aktif melalui dukungan kebijakan dan penganggaran daerah.

“Sejalan dengan agenda pembangunan Global Sustainable Development Goals Tahun 2030, Indonesia menempatkan Universal Health Coverage sebagai salah satu indikator utama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program JKN yang menjadi indikator pencapaian target SDGs 3.8, dengan tujuan mencakup seluruh penduduk pada tahun 2030,” pungkas Ghufron. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *