News, UTI  

Pasal Masjid Al Hijrah Kota Baru, Mantan Gubernur Lampung Apresiasi Tinggi Rektor UTI

LAMPUNG- Mantan Gubernur Lampung dua periode, Komjen Pol (Purn) Drs. Sjachroedin ZP, S.H., memberikan apresiasi tinggi kepada Ketua Badan Pengelola Masjid Al Hijrah Kota Baru yang juga Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., atas keberhasilannya mendorong percepatan pembangunan masjid tersebut hingga menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan terbesar di Provinsi Lampung.

Sjachroedin menilai, meskipun pembangunan Masjid Al Hijrah bersumber dari dana umat, kontribusi dan peran Nasrullah Yusuf menjadi faktor paling dominan dalam menghidupkan kembali pembangunan masjid yang sempat terbengkalai selama lebih dari 12 tahun.

“Memang pembangunan masjid ini digalang dari dana umat, tetapi harus diakui kontribusi Pak Nasrullah Yusuf yang paling besar. Tanpa beliau, masjid yang dibangun bersamaan dengan perkantoran Kota Baru 12 tahun lalu tidak mungkin bisa berkembang sepesat sekarang,” ujar Sjachroedin kepada wartawan usai menghadiri peringatan Isra Mi’raj di Masjid Al Hijrah.

Dari Terbengkalai hingga Jadi Pusat Kegiatan Nasional

Menurut Sjachroedin, melanjutkan pembangunan masjid yang lama tidak tersentuh bukanlah perkara mudah, baik dari sisi pendanaan, manajemen, maupun kepercayaan publik. Namun, di bawah kepemimpinan Nasrullah Yusuf sebagai ketua badan pengelola, pembangunan Masjid Al Hijrah kembali bergerak signifikan dan terarah.

“Tidak mudah melanjutkan pembangunan masjid yang sudah belasan tahun terbengkalai. Tapi beliau mampu memimpin dengan baik, menggerakkan umat, dan membangun kepercayaan sehingga masjid ini kembali hidup,” katanya.

Kini, Masjid Al Hijrah tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga telah menjelma menjadi pusat kegiatan keagamaan berskala besar. Salah satunya adalah penyelenggaraan Tablig Akbar Indonesia Berdoa pada November 2025 lalu, yang dihadiri puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah.

Bahkan, pada Jumat (16/1/2026), masjid yang mampu menampung ribuan jamaah ini kembali mencatat sejarah dengan menjadi lokasi pelaksanaan peringatan Isra Mi’raj perdana sejak masjid mulai difungsikan secara intensif.

“Hari ini kita bisa menggelar Isra Mi’raj pertama di masjid yang besar dan megah ini. Ini bukti nyata bahwa Masjid Al Hijrah sudah benar-benar siap menjadi pusat kegiatan umat,” tambah Sjachroedin.

Diinisiasi Forsimula, Hadirkan Penceramah Nasional

Peringatan Isra Mi’raj tersebut diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Muslim Lampung (Forsimula) yang diketuai Sjachroedin ZP, dengan ketua harian mantan Penjabat Gubernur Lampung, Samsudin. Panitia menghadirkan penceramah nasional Ustaz Drs. H. Herman Edy Abdullah, yang menyampaikan tausiyah tentang makna Isra Mi’raj sebagai fondasi penguatan iman, persatuan umat, dan kepedulian sosial.

Acara ini turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Tengah I. Komang Koheri, mantan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Berlian Tihang, Pembina Yayasan Teknokrat Hj. Hernaini, S.S., M.Pd., sivitas akademika Universitas Teknokrat Indonesia, mahasiswa, serta warga Jamaah Tabligh dari berbagai daerah. (uti)