JAKARTA – Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkap sejumlah temuan serius terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut dinilai memiliki kerentanan tinggi terhadap praktik konflik kepentingan, patronase, dan kronisme.
Temuan itu merupakan hasil penelitian ICW yang dilakukan melalui proses pengumpulan dan analisis data sejak Oktober hingga November 2025. Dalam laporan tersebut, ICW menyebutkan bahwa pelaksanaan MBG tidak sepenuhnya steril dari relasi kekuasaan dan kepentingan politik.
ICW bahkan mengungkap adanya keterhubungan Presiden Prabowo Subianto, anggota keluarga, serta lingkaran terdekatnya dengan pelaksanaan MBG melalui afiliasi terhadap salah satu yayasan yang terlibat dalam program tersebut.
Selain aktor politik, ICW juga menyoroti keterlibatan aparat penegak hukum dalam struktur yayasan mitra MBG. Setidaknya terdapat dua yayasan yang diduga memiliki keterkaitan langsung dengan institusi penegak hukum, yakni Yayasan Inklusi Pelita Bangsa dan Yayasan Kemala Bhayangkari.
Yayasan Inklusi Pelita Bangsa diduga terhubung dengan individu di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia. Sejak April 2025, yayasan ini diketahui menginisiasi pelaksanaan program MBG di sejumlah sekolah dengan skema yang diklaim sebagai MBG-Swasta.
Namun, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan MBG harus berada dalam sistem resmi yang dikelola BGN dan telah melalui proses verifikasi.
Ia menyatakan tidak ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berjalan di luar mekanisme yang telah ditetapkan BGN.
ICW mencatat, dua dari lima pendiri Yayasan Inklusi Pelita Bangsa merupakan pejabat aktif di Kejaksaan.
Keduanya adalah Reda Manthovani, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen, serta Denny Achmad, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu.
Sementara itu, Yayasan Kemala Bhayangkari disebut memiliki afiliasi kuat dengan Kepolisian Republik Indonesia melalui hubungan keluarga dalam struktur kepengurusan yayasan.
Ketua Yayasan Kemala Bhayangkari adalah Martha Dwi Maryani, istri Wakil Kepala Polri Komjen Dedi Prasetyo. Adapun jajaran pembina yayasan tersebut terdiri dari Juliati Sapta Dwi M, istri Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Diana Wahyuni, istri Ahmad Dofri.
ICW Sebut Dua Yayasan untuk MBG, Ada Nama Redha Manthovani dan Istri Kapolri







