LAMPUNG – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional Asia Tenggara. Berdasarkan pemeringkatan AppliedHE Private University Rankings ASEAN, Universitas Teknokrat Indonesia berhasil menembus peringkat 8 terbaik nasional dan peringkat 47 se-ASEAN dari total 121 perguruan tinggi swasta yang masuk dalam daftar penilaian.
Dalam pemeringkatan tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia yang dipimpin oleh Rektor Dr. HM Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A. meraih total skor 35,00, sekaligus menempatkan UTI sebagai salah satu kampus swasta paling kompetitif di kawasan ASEAN.
AppliedHE merupakan lembaga pemeringkatan perguruan tinggi independen berbasis di Singapura yang dikenal kredibel dalam mengukur kualitas institusi pendidikan tinggi swasta di Asia. Penilaian dilakukan melalui enam indikator utama, yakni teaching and learning (40 persen), employability atau daya serap lulusan (20 persen), community engagement (10 persen), institutional reputation (10 persen), research (10 persen), dan internationalization (10 persen).
Menariknya, Universitas Teknokrat Indonesia mencatatkan prestasi tertinggi pada indikator internasionalisasi dibandingkan seluruh kampus peserta pemeringkatan. Pada kategori ini, UTI memperoleh skor 95 persen untuk international faculty dan 95 persen untuk international students, yang menunjukkan kuatnya ekosistem akademik multikultural dan jejaring global yang dimiliki kampus tersebut.
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan menyebutnya sebagai hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika.
“Hasil pemeringkatan ini menjadi bukti bahwa Universitas Teknokrat Indonesia berada pada jalur yang tepat dalam membangun kualitas pendidikan tinggi yang berstandar internasional. Kami bersyukur atas capaian ini dan menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berbenah dan meningkatkan kinerja institusi,” ujar Mahathir.
Ia menegaskan bahwa universitas berkomitmen untuk terus memperkuat sejumlah aspek strategis, mulai dari kualitas pembelajaran, kredibilitas akademik, hingga daya saing lulusan di dunia kerja.
“Ke depan, kami akan terus meningkatkan mutu proses belajar-mengajar, memperkuat riset dan inovasi, memastikan lulusan memiliki kompetensi yang relevan dan siap diserap pasar kerja, serta memperluas pengakuan dan kolaborasi internasional,” tambahnya.
Mahathir juga menekankan bahwa capaian tinggi pada indikator internasionalisasi tidak lepas dari konsistensi UTI dalam membuka ruang kolaborasi global, menghadirkan dosen asing, memperluas pertukaran mahasiswa, serta mengembangkan kurikulum berstandar internasional.
“Internasionalisasi bukan sekadar angka, tetapi cerminan kesiapan kampus dalam menghadapi persaingan global dan membentuk lulusan yang memiliki wawasan internasional,” tegasnya.
Dengan pencapaian ini, Universitas Teknokrat Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai kampus swasta unggulan di luar Pulau Jawa dan salah satu institusi pendidikan tinggi yang diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara. (uti)







