BALI- Rektor Universitas Teknokrat Indonesia sekaligus Majelis Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI), Dr. HM Nasrullah Yusuf, SE., MBA., secara resmi menyerahkan cenderamata kepada Menteri Koperasi dan UKM RI, Ferry Juliantono, pada rangkaian Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) dan Milad ke-35 ICMI yang berlangsung di Bali, Jumat (5/12/2025).
Cenderamata tersebut berupa tapis khas Lampung serta wastra aksara batik cap Lampung, produk kreatif karya mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia yang saat ini tengah menoreh prestasi di tingkat nasional. Penyerahan suvenir dilakukan di sela agenda resmi Silaknas sebagai bentuk kontribusi Teknokrat dalam memperkenalkan budaya Lampung di hadapan tokoh-tokoh nasional.
Nasrullah menjelaskan bahwa batik wastra aksara merupakan hasil inovasi mahasiswa Teknokrat yang berhasil lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2025 kategori industri kreatif, seni, dan budaya.
“Kami bangga karya mahasiswa Teknokrat dapat dipersembahkan di forum nasional. Produk kreatif seperti ini bukan hanya memperlihatkan keterampilan, tetapi juga komitmen dalam melestarikan budaya Lampung,” ujarnya.
Tim Wastra Aksara terdiri dari dosen pembimbing Suprayogi, S.S., M.Hum., serta mahasiswa: Insani Maria Ulfa (ketua), Yoan Meyral Sinaga, dan Tiara Intri Vena Simbolon. Wastra Aksara sendiri merupakan bisnis batik cap dengan motif aksara Lampung, menggabungkan nilai tradisi dan inovasi modern. Mengusung tagline “Indonesian timeless script Batik”, produk ini menyasar generasi dewasa muda di perkotaan yang ingin tampil elegan dengan batik modern yang tetap bernilai budaya.
Tim ini lahir sebagai respons atas maraknya batik printing impor yang mengancam eksistensi batik tradisional di Indonesia.
“Wastra Aksara hadir untuk mengingatkan generasi muda bahwa batik asli memiliki nilai seni dan filosofi yang tidak tergantikan oleh produk cetak massal,” jelas Suprayogi.
Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono memberikan apresiasi tinggi terhadap cenderamata yang diberikan. Ia menilai karya mahasiswa Teknokrat memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai budaya yang kuat.
“Produk seperti ini bukan hanya indah, tetapi juga memiliki potensi ekonomi besar dan menjadi bagian penting dalam menjaga kekayaan budaya Indonesia,” kata Ferry.
Keberhasilan Wastra Aksara memperkuat posisi Universitas Teknokrat Indonesia sebagai kampus yang konsisten mendorong inovasi, kewirausahaan, dan pelestarian budaya di tingkat nasional. (uti)







