JAKARTA – Kejaksaan Agung meminta Direktorat Jenderal Imigrasi untuk mencegah lima orang yang diduga sedang disidik terkait kasus dugaan korupsi tax amnesti di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Pencegahan itu tercatat sejak tanggal 14 November 2025 hingga April 2026.
Kelima orang itu antara lain, Ken Dwijugiasteadi, mantan Direktur Jenderal Pajak; Victor Rachmat Hartono, Direktur Utama PT Djarum; Karl Layman, Pemeriksa Pajak Muda pada Kanwil DJP Jakarta Selatan I; Heru Budijanto Prabowo, konsultan pajak; serta Bernadette Ningdijah Prananingrum, Kepala KPP Madya Semarang.
Alasan dari pencegahan di imigrasi terhadap kelima orang ini adalah korupsi.
Jenis pencegahannya berstatus reguler dan bersifat aktif.
Diantara kelima nama itu ada satu nama Victor Rachmat Hartono yang tak lain sosok penting dari perusahaan rokok terkenal di tanah air. Mencoba melakukan penelusuran, berikut data dari bosi besar dari PT Djarum.
Victor masuk daftar pencegahan Kejaksaan Agung dalam penyidikan korupsi perpajakan periode tax amnesty. Ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Djarum, salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia.
Victor bukan figur sembarangan di dunia bisnis Indonesia. Ia adalah putra sulung konglomerat Robert Budi Hartono, salah satu orang terkaya di Tanah Air, sekaligus pewaris bisnis Grup Djarum.
Lahir di Semarang, Jawa Tengah, pada 11 Februari 1972, Victor menempuh pendidikan tinggi di sejumlah institusi bergengsi di Amerika Serikat.
Setelah menyelesaikan studi di Amerika Serikat, Victor memulai perjalanan kariernya di PT Djarum. Ia pertama kali bergabung sebagai Management Trainee pada 1994, sebelum kemudian dipercaya menjabat sebagai Brand Manager selama satu tahun.
Pada tahun 1999, Victor dipercaya memangku posisi strategis sebagai Chief Operating Officer (COO) PT Djarum. Dalam perannya, ia memimpin pertumbuhan perusahaan, memperluas portofolio usaha, dan mendorong diversifikasi bisnis ke sektor baru yang lebih berkelanjutan.
Di luar aktivitas bisnisnya, Victor juga memegang peran sebagai Presiden Direktur Djarum Foundation sejak 2010. Ia dikenal aktif mendorong pengembangan olahraga, terutama bulu tangkis yang telah menjadi tradisi keluarga, serta turut mempromosikan sepak bola wanita di Indonesia.
Kejaksaan Agung Mencegah Bos Rokok Djarum Victor Rachmat Hartono untuk Pergi ke Luar Negeri







