16 Korban KM. Yuiee Jaya 02 Ditemukan Sementara 18 ABK Masih Dinyatakan Hilang

665 views

Sulawesi Selatan – Dua puluh orang crew kapal motor Yuiee Jaya 02 dinyatakan hilang dan belum ditemukan.

Korban hilang, setelah kapal pencari ikan ber GT, 93 Asal Muara Baru Jakarta Utara, bernama KM. Yuiee Jaya 02, karam dihantam badai gelombang laut di perantaraan Pulau Kayuadi, dan Jampea, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan.

Kapal karam pada sekira pukul 03.00 Wita, Sabtu, (9/3) akibat benturan gelombang pasang air laut yang disertai cuaca buruk dengan ketinggian gelombang musim barat, sekira 1,5 sampai 2 meter.

Kapal naas bermuatan sekira 70 ton tersebut, bertolak meninggalkan Pelabuhan Muara Baru, Jakut, pada sekira pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat. Minggu, (03/03) dengan route pelayaran Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk mencari ikan dan memasang rompong.

Namun karena alasan hasil yang tidak memadai, KM. Yuiee Jaya 02, melanjutkan misi pencarian ikan di perairan laut Kabupaten Selayar.

KM. Yuiee Jaya 02, bertolak dari Pelabuhan Muara Baru mengangkut batu, tali, daun kelapa, dan perlengkapan memancing dengan menyertakan total 35 orang anak buah kapal (ABK).

Tapi naas, karena kapal karam, saat tengah mencari ikan di perairan laut Kabupaten Selayar.

Pasca karamnya KM. Yuiee Jaya 02, warga sempat dibuat heboh dengan terdamparnya beberapa orang korban, baik korban selamat, maupun korban meninggal dunia (MD).

Korban pertama atas nama Sun Hing (57 thn) yang diketahui sebagai nakhoda kapal ditemukan kali pertama, oleh warga Dusun Kayuangin, Desa Massungke, Kecamatan Pasimasunggu, Senin, (11/03).

Di hari yang sama, warga kembali dibuat geger oleh penemuan mayat tanpa identitas yang ditemukan di Dusun Balla Bulo, Desa Bonto Jati.

Mayat tanpa identitas ditemukan warga pada sekira pukul 20.30 Wita, Senin, (11/03) malam dengan kondisi wajah membengkak dan diduga sudah lama meninggal dunia.

BACA JUGA :   MenPAN-RB: 24 Jam, Pejabat Harus Siap Ditelpon Wartawan

Korban ditemukan mengapung dengan masih mengenakan baju kaos warna coklat lengkap bersama celana panjang biru dan pelampung (life jacket) KM. Yuiee Jaya 02.

Dari tkp, jenazah kemudian dievakuasi menggunakan armada mobil ambulance, menuju ke RSA Pratama Jampea untuk diautopsi.

Jenazah pria berambut gondrong itu, selanjutnya dikebumikan di Taman Pekuburan Umum Dusun Lembongan, Desa Bontobaru.

Sebelas orang korban lain ditemukan di sejumlah lokasi di wilayah Kecamatan Takabonerate, Senin, (11/03).

Delapan diantaranya ditemukan bersama potongan bangkai kapal KM. Yuiee Jaya 02 berwarna orange.

Kedelapan orang korban selamat, ditemukan terdampar di pinggir pantai Dusun Bajo, Desa Kayuadi.pada hari, Selasa, (12/3).

Korban kemudian langsung dievakuasi menuju ke Puskesmas Pasitallu untuk menjalani perawatan medis.

Pada hari yang sama, sekira pukul 15 30 Wita, warga kembali menemukan mayat tanpa identitas yang terdampar di pesisir pantai Dusun Bonelambere, Desa Nyiur Indah.

Mayat korban dikebumikan warga, di Taman Pekuburan Umum (TPU) Desa Nyiur Indah, pada sekira pukul 17.30 Wita

Korban kesepuluh, atas nama Dwi Anggoro ditemukan di Dusun Bonelambere, Desa Nyiur Indah.

Sementara itu, korban atas nama Muh. Syafir, Asal Pekalongan, Jateng ditemukan di Desa Rajuni, pada hari, Senin, (11/03).

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan di lapangan menyebutkan, korban Muh. Syafir, sementara menjalani perawatan di rumah warga untuk selanjutnya, dipindahkan ke Puskesmas Pembantu (Pustu).

Di lokasi terpisah, warga Pulau Jinato berhasil menyelamatkan korban selamat atas nama Amat Subechan.

Lelaki Amat Subechan ditemukan oleh kapal nelayan pengangkut ikan hidup yang sementara akan menuju ke Pulau Jinato.

Ia ditemukan, pada pukul 11.30 Wita, Senin, (11/03) siang, sekira dua mil dari Pulau Jinato.

BACA JUGA :   Dipanggil KPK Terkait Kasus Suap Kemenpera, Chusnunia Mangkir!

Berselang beberapa hari kemudian, tepatnya pada hari Sabtu, (16/3) sekira pukul 05.00 Wita, mayat tanpa identitas yang belakangan dikenali bernama Achmad Irham Cholis (21 thn), ditemukan di pesisir sebelah barat Dusun Bangko, Desa Batang, Kecamatan Takabonerate.

Mayat Achmad Irham Cholis ditemukan pertama kali oleh lelaki Sija yang melaporkan kejadian penemuan mayat kepada kepala dusun dan aparat pemerintah setempat.

Menanggapi laporan tersebut, pemerintah bersama aparat terkait langsung mendatangi tkp dan melakukan proses evakuasi serta membawa mayat ke darat, untuk diidentifikasi.

Usai diidentifikasi, mayat lalu disholatkan dan dikebumikan pada sekira pukul 07.00 Wita dengan memperhatikan kondisinya yang mulai membusuk.

Dua korban meninggal dunia terakhir ditemukan di pesisir pantai barat Pulau Kayuadi dan Taka Subuh, Desa Tarupa, Kecamatan Takabonerate.

Korban meninggal dunia atas nama Husama ditemukan dalam pelaksanaan operasi SAR hari ketujuh, sekira pukul 16.20 Wita, Senin, (18/03) sore.

Sementara satu korban lain atas nama Kristanto (48 tahun) ditemukan pada sekira pukul, 12. 30 Wita, Selasa (19/3) di perairan Taka Subuh, Desa Tarupa.

Mayat korban dikebumikan di Taman Pekuburan Umum (TPU) Dusun Bangko, Desa Batang.

Dengan demikian, korban yang ditemukan telah berjumlah enam belas orang dari total 35 orang crew dan penumpang kapal yang tertera pada lembaran manifest.

Hingga hari kesebelas pasca kejadian, delapan belas orang korban lain dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian tim SAR Gabungan yang melibatkan unsur Basarnas, SAR UNM, Polair, Koramil, Polsek Takabonerate, SAR Marteam, Human Initiative, dan Tagana Selayar. (Fadly Syarif)

Berikut data korban yang telah ditemukan dalam kondisi selamat :

1. Sung Hing (57 thn)

2. Amiluddin, Desa pencongan, Kec.
Wiranda,Pekalongan Jateng

BACA JUGA :   Awasi Pemilu dan Pilkada 2024, Bawaslu Riau Gandeng Perguruan Tinggi

3. Ade Bagus, Pekalongan, Jateng

4. Amirul haq, Pekalongan, Jateng

5. Dian kurniawan, Magelang

6. Zaki, Pekalongan, Jateng

7. Waryen, Pekalongan, Jateng

8. Septo S, Pekalongan, Jateng

9. Tahmit, Pekalongan, Jateng

10 Muh. Syafir, Pekalongan, Jateng
(ditemukan di Desa Rajuni, Kec. Taka
Bonerate)

11. Maulana Dwi Anggoro, Pekalongan
Jateng, eitemukan di Desa Nyiur Indah,
Kec. Taka Bonerate

12. Amat Subechan, Alamat :
Kelurahan Krapyat Kidul, Kecamatan
Pekalongan Utara, Jateng

13. Korban meninggal dunia (tanpa
identitas ditemukan di pesisir Dusun
Balla Bulo, Desa Bonto Jati,
Kecamatan Pasimasunggu Timur.

14. Mayat tanpa identitas) ditemukan di
Desa Nyiur Indah, Kecamatan Taka
Bonerate

15. Mayat tanpa identitas yang dikenali
bernama Achmad Irham Cholis (21 thn)
ditemukan di Pesisir Pantai Sebelah
Barat Dusun Bangko, Desa Batang,
Kecamatan Takabonerate

16. Mayat atas nama Kristanto (48 tahun) ditemukan di perairan Taka Subuh, Desa Tarupa. (*)