Semarakkan Pilpres, BEM UTI Gelar Diskusi Tanggapi Debat Capres 2024

4,913 views

BANDAR LAMPUNG- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) Lampung menggelar diskusi menanggapi hasil Debat Capres RI tahun 2024 yang dihelat Minggu (7/1/24).

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK), Bayu Azhari mengatakan diskusi tersebut digelar bertujuan untuk melihat antusiasme dari mahasiswa dan juga mengedukasi masyarakat.

“Kami dari mahasiswa juga ingin melihat antusias dari mahasiswa tentang pemilu ini karena kita sebagai mahasiswa yang katanya generasi emas tahun 2045, jadi kita juga harus peduli tentang tatanan negara,” kata Bayu Azhari, Senin (8/1/24).

Ia mengatakan, dengan adanya diskusi tersebut diharapkan mahasiswa peduli akan negara dan mengerti tentang politik. Juga bisa mengedukasi masyarakat, khususnya dalam menetukan pilihan di Pilpres yang bakal dilangsungkan 14 Febuari 2024 mendatang.

“Karena seperti yang kita ketahui dari masyarakat banyak yang belum tahu tentang visi dan misi dari capres tersebut maka diharapkan seluruh mahasiswa bisa mengedukasi masyarakat yang belum tahun tentang debat tersebut,” jelasnya.

Dikatakannya, dari diskusi  tersebut akan dilakukan evaluasi dan segera mengambil langkah untuk  mengedukasi masyarakat dalam menentukan pilihan capres yang tepat dan bisa membawa bangsa ini lebih baik lagi.

“Yang jelas kita memgedukasi masyarakat untuk kemajuan negara kita. Semoga siapa pun nanti menenang dan terpilih sebagai presiden dapat menjalankan amanah dengan baik dan menjaga kedaulatan rakyat dan kepentingan masyarakat harus didahulukan,” ujarnya.

Mahasiswa dalam diskusi tersebut terlihat aktif dalam menanggapi soal visi dan misi, kontroversi penyarakat capres dalam debat dan hasil poling internal dari mahasiswa UTI.

Dalam diskusi tersebut tidak ada ajakan untuk memihak atau memilih salah satu capres baik, 1,2 dan 3 dan acara diskusi berlangsung tertib.

BACA JUGA :   Pencuri di Pesibar Tabrakkan Mobil ke Polisi

Setiap senat memberikan kata penutup pada diskusi tersebut diantaranya dari Perwakilan Senat FTIK Fitrah Amalia Rahmadianti mengajak agar memilih sesuai pemikiran dan logika.

“Pada dasar pilihlah presiden berdasarkan pemikiran dan logika visi misi yang telah disampaikan setiap calon presiden (capres),” ujarnya.

Sementara itu, Senat FEB, Liza Novalia agar memilih capres berpikir logis dan tidak terbuai oleh uang. 

“Semoga teman teman berpikir logis, pilihan presiden yang bisa membawa Indonesia lebih maju lagi dan jagan terbuai oleh uang,” ujarnya.

Sementara itu Senat FESIP, Andre Surya Pratama mengajak pada pemilih agar pemilih bisa memilih calon presiden yang bisa memimpin bangsa ini.

“Pilihlah calon presiden yang bisa untuk memimpin, bukan untuk kepentingan atau keuntungan diri sendiri tetapi kepentingan dan kemajuan bersama bangsa dan negara kita,” ujarnya.

Sekadar untuk diketahui, diskusi diikuti 300 mahasiswa ynag terdiri dari unsur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas, Senat Fakultas, ⁠BEM Fakultas, ⁠Himpunan Mahasiswa (HIMA) dari 12 Prodi, ⁠Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Inbound (terdiri dari 62 kampus di seluruh Indonesia). (rls/dit)