Unila Gelar Diskusi Menuju World Class University

809 views

Bandar Lampung – Universitas Lampung (Unila) mengadakan diskusi tentang Penguatan Tata Kelola Universitas menuju world class university (WCU) bersama Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Rawanda Wandy Tuturoong dan tim, di ruang sidang utama lantai dua rektorat, Kamis, 8 Juni 2022.

Diskusi diikuti Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afirani, D.E.A., I.P.M., beserta jajaran wakil rektor, ketua senat, ketua SPI, para dekan dan wakil dekan, ketua unit dan lembaga, para kepala biro, serta perwakilan mahasiswa Unila.

Prof. Lusmeilia mengatakan, diskusi ini merupakan langkah penting untuk mewujudkan visi Unila sebagai center of excellence di tingkat nasional dan internasional yang berlandaskan nilai-nilai luhur budaya nasional dan Pancasila.

Diskusi ini juga sejalan dengan persiapan Unila menuju Akreditasi Unggul yang akan dilaksanakan dalam dua bulan mendatang.

“Unila sedang berupaya meningkatkan akreditasi dari A menjadi Unggul dan salah satu indikatornya adalah kemajuan yang kita capai dalam kerja sama internasional. Oleh karena itu, kami mengundang narasumber dari KSP untuk berbagi pengalaman dan masukan tentang bagaimana Unila bisa menjadi world class university,” ujarnya.

Prof. Lusmeilia mengucapkan terima kasih kepada Rawanda Wandy Tuturoong dan tim yang bersedia datang ke kampus hijau dan berdiskusi dengan sivitas akademika Unila.

Ia berharap, dengan hadirnya tenaga ahli utama KSP dan tim, dapat membuka wawasan bagaimana cara Unila memaksimalkan kesempatan kerja sama internasional yang sudah dilakukan dengan beberapa negara.

Pertemuan ini juga diharapkan dapat mendorong mahasiswa Unila memanfaatkan peluang belajar atau magang di luar negeri, karena tentunya hal ini tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa tapi juga mendukung upaya Unila menuju WCU.

Universitas adalah roh di mana kita bisa menularkan cara berpikir continuous learning, maka dari itu Rawanda mengaku bersemangat mendapatkan kesempatan bertemu dengan Rektor Unila yang punya gagasan-gagasan perubahan dan sebagainya. “Tentu kita ingin sekali saling menyemangati,” ujar pria yang akrab dipanggil Binyo ini.

Melihat dari visi yang disampaikan Rektor Unila, yakni center of excellent dan WCU sebagai keyword, ia mempersiapkan dua topik untuk memantik diskusi mengenai WCU dalam berbagai perspektif.

Topik pertama yang disampaikan, bagaimana pengelolaan SDM dengan studi kasus memotret apa yang dilakukan Singapura yang inspirasi utamanya yakni upaya mereka meningkatkan manajemen bertalenta secara makro, kemudian salah satu turunannya adalah kampus berkelas dunia.

Topik kedua, membahas masukan-masukan praktis terkait good governance mengenai model-model apa yang sudah dilakukan yang mungkin juga bisa diterapkan di Unila.(*)