Proyek Jalan Rp62 Miliar di Lampung Timur Disorot, Pengguna Jalan Minta Transparansi

LAMPUNG TIMUR — Pembangunan ruas Jalan Bumi Jawa–Tanjung Kesuma di Kabupaten Lampung Timur mulai dikerjakan. Proyek dengan nilai anggaran sekitar Rp62 miliar tersebut mendapat perhatian pengguna jalan yang melintas di kawasan itu.

Pantauan di lokasi, Kamis (20/8/2026), sejumlah pekerja terlihat mulai melakukan aktivitas pembangunan. Salah satu tahapan pekerjaan yang tampak berlangsung yakni pemadatan lapisan base.

Namun, di tengah berlangsungnya pekerjaan, papan informasi proyek belum terlihat secara jelas di lokasi. Informasi mengenai nilai pekerjaan, pelaksana, konsultan pengawas maupun jangka waktu pelaksanaan juga belum tampak terbuka bagi masyarakat yang melintas.

Kondisi tersebut menjadi perhatian lantaran proyek menggunakan anggaran yang cukup besar.

Seorang warga yang melintas di ruas jalan tersebut berharap pembangunan benar-benar dikerjakan dengan memperhatikan kualitas, mengingat jalan tersebut menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat.

“Kalau memang anggarannya sampai puluhan miliar, kami sebagai masyarakat tentu berharap jalannya benar-benar bagus dan tahan lama. Jangan hanya bagus ketika baru selesai,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat juga perlu mengetahui informasi dasar mengenai proyek yang sedang dikerjakan.

“Kalau ada papan proyek, kami bisa tahu siapa yang mengerjakan, berapa anggarannya dan kapan selesai. Jadi masyarakat juga bisa ikut mengawasi,” katanya.

Pantauan di lokasi juga menunjukkan proses pemadatan lapisan base sedang berlangsung. Namun, saat proses tersebut dilakukan, tidak terlihat aktivitas penyiraman pada area yang tengah dipadatkan.

Meski demikian, kondisi tersebut belum dapat langsung disimpulkan sebagai pelanggaran terhadap spesifikasi teknis. Penilaian mengenai kesesuaian metode pekerjaan membutuhkan pemeriksaan serta penjelasan dari pelaksana dan pengawas proyek.

Pengguna jalan lainnya menilai pengawasan terhadap proyek seharusnya dilakukan sejak pekerjaan dimulai.

“Kami tidak ingin mengganggu pekerjaan. Justru kami ingin pembangunan ini selesai dengan baik. Kalau dari awal diawasi dengan benar, tentu masyarakat juga merasa lebih tenang,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah maupun pihak terkait memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai spesifikasi teknis dan kontrak pekerjaan.

“Yang kami butuhkan bukan hanya jalan yang selesai, tetapi jalan yang kualitasnya bagus dan bisa dipakai dalam waktu lama,” katanya.

Keberadaan ruas Bumi Jawa–Tanjung Kesuma dinilai penting bagi aktivitas masyarakat.

Karena itu, kualitas pembangunan menjadi perhatian, terlebih proyek tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp62 miliar.

Masyarakat berharap keterbukaan informasi segera dilakukan dengan memasang papan proyek di lokasi yang mudah dilihat. Selain itu, keberadaan pengawas di lapangan dinilai penting untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan.

Pengawasan publik pun diharapkan dapat menjadi bagian dari kontrol sosial terhadap penggunaan anggaran negara.

“Kalau pembangunan ini bagus, yang menikmati juga masyarakat. Jadi kami mendukung pembangunan, tetapi tentu ingin hasilnya benar-benar sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan,” ujar warga tersebut.

Dengan nilai anggaran yang mencapai puluhan miliar rupiah, proyek Jalan Bumi Jawa–Tanjung Kesuma diharapkan tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. (sky/dit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *