PESAWARAN – Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) terus menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan hasil penelitian dan inovasi teknologi kepada masyarakat melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kali ini, tim dosen dan mahasiswa UTI melaksanakan kegiatan PKM di Karunia Ikan Segar, Kelurahan Kurungan Nyawa, Kabupaten Pesawaran, pada Sabtu, 25 Juli 2026, dengan mengusung tema “Penerapan Smart Pellet Maker Berbasis IoT untuk Optimalisasi Produksi Pakan Ikan Mandiri dan Digitalisasi Manajemen Usaha pada Karunia Ikan Segar di Desa Kurungan Nyawa Kabupaten Pesawaran.”
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Tahun Anggaran 2026 sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam mendorong hilirisasi hasil penelitian perguruan tinggi agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan PKM dipimpin oleh Temi Ardiansyah, M.Kom. sebagai Ketua Tim dari Universitas Teknokrat Indonesia dengan anggota Styawati, S.T., M.Cs. dari Universitas Teknokrat Indonesia dan Hilma Putri Fidyandini, S.Pi., M.Si. dari Universitas Lampung. Selain melibatkan dosen lintas perguruan tinggi, kegiatan ini juga melibatkan lima mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia, yaitu Dhavi Novrizal, Rifqi Wahid Dhohiri, Radja Reno Simamora, Hilda Arna Apriliati, dan Wanda Amelia, yang turut berperan aktif dalam proses pendampingan dan implementasi teknologi kepada mitra.
Karunia Ikan Segar merupakan salah satu usaha budidaya ikan air tawar yang berkembang di Kabupaten Pesawaran. Dalam menjalankan usahanya, mitra masih menghadapi beberapa kendala, antara lain tingginya biaya produksi akibat ketergantungan pada pakan pabrikan, belum tersedianya teknologi yang mampu memantau proses produksi pakan secara digital, serta pencatatan administrasi usaha yang masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut berdampak pada tingginya biaya operasional dan kurang optimalnya pengelolaan usaha.
Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, tim PKM menghadirkan Smart Pellet Maker Berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan Sistem Manajemen Budidaya Ikan berbasis web. Teknologi tersebut dikombinasikan dengan pelatihan pembuatan pakan ikan mandiri dan manajemen kesehatan ikan sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta kapasitas sumber daya manusia pada mitra.
Kegiatan diawali dengan sambutan dan pemaparan tujuan program oleh Temi Ardiansyah, M.Kom. selaku Ketua Tim. Dalam kesempatan tersebut, beliau menjelaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, penerapan teknologi digital di sektor budidaya perikanan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi usaha sekaligus memperkuat daya saing pembudidaya ikan.
Pada sesi pertama, Temi Ardiansyah, M.Kom. memberikan pelatihan penggunaan Sistem Manajemen Budidaya Ikan yang telah dikembangkan untuk membantu mitra dalam mengelola administrasi usaha secara digital. Sistem tersebut memiliki berbagai fitur, seperti pencatatan data budidaya, pengelolaan biaya operasional, pencatatan transaksi penjualan, laporan penjualan, serta perhitungan keuntungan usaha secara otomatis. Melalui sistem ini, seluruh aktivitas usaha dapat terdokumentasi dengan lebih baik sehingga memudahkan proses evaluasi maupun pengambilan keputusan dalam pengelolaan usaha budidaya ikan.
Selanjutnya, Styawati, S.T., M.Cs. memberikan pelatihan penggunaan Smart Pellet Maker Berbasis Internet of Things (IoT). Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan cara kerja mesin pembuat pakan ikan yang dilengkapi dengan teknologi IoT untuk memantau proses produksi secara real-time. Smart Pellet Maker dilengkapi dengan sensor pengukuran berat pakan, sensor suhu motor, serta sistem pencatatan waktu produksi yang seluruh datanya dapat dipantau melalui dashboard berbasis web. Teknologi ini memungkinkan operator mengetahui kondisi mesin selama proses produksi berlangsung sehingga proses pembuatan pakan menjadi lebih efisien, terukur, dan terdokumentasi secara digital.
Sesi berikutnya disampaikan oleh Hilma Putri Fidyandini, S.Pi., M.Si. dari Universitas Lampung yang memberikan pelatihan mengenai pembuatan pakan ikan secara mandiri dan manajemen kesehatan ikan. Materi yang diberikan meliputi pemilihan bahan baku, penyusunan formulasi pakan sesuai kebutuhan nutrisi ikan, teknik pencampuran bahan, proses pencetakan pelet menggunakan Smart Pellet Maker, hingga teknik penyimpanan pakan agar kualitasnya tetap terjaga. Selain itu, peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai manajemen kesehatan ikan, termasuk pengelolaan kualitas air, pencegahan penyakit, serta strategi pemberian pakan yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas ikan.
Pelatihan diikuti oleh pemilik Karunia Ikan Segar, Bapak Petrus Sutrimo, beserta seluruh karyawan. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam mengikuti praktik penggunaan Smart Pellet Maker, mencoba Sistem Manajemen Budidaya Ikan, serta berdiskusi mengenai penerapan teknologi pada usaha budidaya ikan yang mereka kelola.
Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia juga berperan aktif dalam mendampingi peserta selama praktik, membantu pengoperasian sistem, memberikan penjelasan teknis mengenai penggunaan teknologi, serta memastikan seluruh peserta mampu mengoperasikan Smart Pellet Maker dan Sistem Manajemen Budidaya Ikan secara mandiri. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung kepada masyarakat.
Ketua Tim PKM, Temi Ardiansyah, M.Kom., menyampaikan bahwa implementasi Smart Pellet Maker berbasis IoT merupakan salah satu bentuk hilirisasi hasil penelitian yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi pakan ikan sekaligus mengurangi ketergantungan pembudidaya terhadap pakan pabrikan. Selain itu, digitalisasi administrasi melalui Sistem Manajemen Budidaya Ikan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan usaha sehingga mitra memiliki data usaha yang lebih akurat dan mudah dianalisis.
Sementara itu, pemilik Karunia Ikan Segar, Petrus Sutrimo, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, teknologi dan pendampingan yang diberikan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan usaha yang dikelolanya. Smart Pellet Maker membantu mempercepat proses produksi pakan dengan sistem yang lebih modern, sedangkan Sistem Manajemen Budidaya Ikan mempermudah pencatatan administrasi, laporan penjualan, dan perhitungan keuntungan usaha. Di sisi lain, pelatihan formulasi pakan mandiri dan manajemen kesehatan ikan memberikan wawasan baru yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan budidaya sehari-hari.
Pihak mitra juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) atas dukungan pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Universitas Teknokrat Indonesia, seluruh tim dosen, serta mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia yang telah melaksanakan kegiatan pengabdian dengan penuh dedikasi. Menurut mitra, program ini tidak hanya menghadirkan teknologi yang bermanfaat, tetapi juga meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri dalam mengembangkan usaha budidaya ikan secara lebih mandiri dan profesional.
Sebagai penutup, tim pelaksana menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) atas dukungan pendanaan yang diberikan sehingga Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dapat terlaksana dengan baik. Tim juga berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk menghasilkan berbagai inovasi yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendukung transformasi digital di sektor perikanan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Teknokrat Indonesia kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan inovasi melalui penelitian, tetapi juga mengimplementasikan hasil penelitian tersebut secara langsung kepada masyarakat. Penerapan Smart Pellet Maker Berbasis IoT, Sistem Manajemen Budidaya Ikan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan dalam mewujudkan budidaya perikanan yang lebih modern, efisien, mandiri, dan berdaya saing. (*)







