TULANG BAWANG – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang, Johan Yusuf, mengingatkan para siswa SMK Negeri 1 Penawar Tama agar tidak melakukan pernikahan dini. Pesan tersebut disampaikan melalui Widyawan Sigitmanto saat kegiatan pembinaan kepada para pelajar, Selasa (28/7/2026).
Menurutnya, pendidikan harus menjadi prioritas utama bagi generasi muda sebelum memutuskan untuk menikah. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan masa depan sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia.
“Sesuai arahan Pak Menteri, sekolah dulu baru kemudian menikah,” tegas Widyawan.
Ia menambahkan, pernikahan di usia muda berpotensi menghambat pendidikan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia apabila dilakukan tanpa kesiapan yang matang.
“Anak-anak harus fokus menuntaskan pendidikan dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang unggul. Jangan sampai cita-cita terhenti hanya karena terburu-buru menikah,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Hasyim Asrori atau yang akrab disapa Gus Hasim, menyampaikan bahwa pernikahan usia muda memang diperbolehkan secara hukum apabila telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Namun, ia mengingatkan bahwa pernikahan harus dibangun atas dasar kesiapan mental, ekonomi, dan tanggung jawab.
“Menikah muda sah secara hukum, namun jika mengakibatkan KDRT lebih baik jangan,” ujar Gus Hasim.
Ia juga mengimbau para pelajar untuk tidak menjadikan pernikahan sebagai solusi atas persoalan yang dihadapi selama masa remaja.
“Bangun masa depan dengan pendidikan dan prestasi terlebih dahulu. Ketika sudah siap lahir dan batin, barulah membangun rumah tangga yang harmonis dan berkualitas,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang berharap para pelajar mampu memahami pentingnya menunda pernikahan hingga benar-benar siap, sehingga dapat menyelesaikan pendidikan, meraih cita-cita, dan berkontribusi dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia.(hdi)







