UTI  

Mahasiswa Berdampak UTI, Edukasi Siswa SMA Perintis 2 Bandar Lampung melalui Program Converting Business Meeting

Bandar Lampung – Mahasiswa Berdampak Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teknokrat Indonesia, Kampus Berdampak Terbaik di Lampung, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Melalui program bertajuk “Converting Business Meeting: Mengubah Diskusi Menjadi Aksi Nyata bagi Pelajar Produktif”, mahasiswa memberikan edukasi kepada siswa SMA Perintis 2 Bandar Lampung pada 9 Juni 2026.

Kegiatan yang diikuti sekitar 35 siswa tersebut dirancang untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep business meeting, teknik penyusunan notulen rapat, serta penyusunan action plan sebagai tindak lanjut yang terukur dari hasil diskusi organisasi.

Ketua pelaksana kegiatan, Khairunnisa, menjelaskan bahwa kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dalam tim, serta mengambil keputusan merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan pemahaman bahwa sebuah rapat atau diskusi tidak hanya menjadi tempat bertukar gagasan, tetapi juga harus mampu menghasilkan langkah nyata yang terarah, terukur, dan produktif. Dengan demikian, setiap ide yang muncul dapat diwujudkan menjadi program yang memberikan manfaat,” ujarnya.

Membekali Pelajar dengan Keterampilan Organisasi yang Efektif

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia menyampaikan berbagai materi yang berkaitan dengan pelaksanaan rapat yang efektif. Materi meliputi pengertian dan tujuan business meeting, struktur rapat yang baik, teknik pencatatan notulen, hingga penyusunan action plan sebagai instrumen pengendalian pelaksanaan program kerja.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui presentasi, diskusi kelompok, simulasi, serta sesi tanya jawab. Metode ini membuat peserta lebih mudah memahami materi sekaligus memberikan kesempatan bagi siswa untuk berbagi pengalaman terkait aktivitas organisasi yang mereka jalankan di sekolah.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan, memberikan tanggapan, serta mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat. Untuk mengukur tingkat pemahaman peserta, panitia juga mengadakan sesi evaluasi melalui kuis dan diskusi reflektif. Peserta yang mampu menjawab pertanyaan dengan baik mendapatkan apresiasi berupa hadiah sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi aktif mereka.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan terkait konsep business meeting dan penyusunan action plan. Sebelum pelatihan dilaksanakan, sebagian besar peserta belum memahami pentingnya dokumentasi rapat dan tindak lanjut program kerja. Namun setelah mengikuti kegiatan, mayoritas siswa mampu menjelaskan kembali materi yang diberikan serta memahami penerapannya dalam organisasi sekolah.

Wujud Nyata Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui keterlibatan langsung di lingkungan sekolah, mahasiswa tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas generasi muda di bidang kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen organisasi.

Program Studi Akuntansi Universitas Teknokrat Indonesia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menciptakan generasi muda yang kompeten, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Wakil Rektor Apresiasi Inisiatif Mahasiswa

Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., memberikan apresiasi atas kreativitas dan kepedulian mahasiswa yang telah menginisiasi kegiatan edukatif tersebut.

“Kami sangat bangga melihat mahasiswa mampu hadir di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan yang relevan dengan kebutuhan generasi muda. Program seperti ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan berbagi ilmu untuk kemajuan masyarakat,” ujar Mahathir.

Ia menambahkan bahwa keterampilan komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, dan perencanaan program merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki pelajar sejak dini agar mampu menjadi pemimpin masa depan yang adaptif dan inovatif.

“Kampus selalu mendorong mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang dipelajari melalui berbagai kegiatan pengabdian. Melalui program ini, mahasiswa belajar menjadi agen perubahan sekaligus membantu siswa memahami pentingnya mengubah ide menjadi aksi nyata yang memberikan dampak positif,” tambahnya.

Mendukung Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)

Kegiatan PKM yang dilaksanakan mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Teknokrat Indonesia ini juga sejalan dengan komitmen terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Program ini mendukung SDGs Poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pemberian edukasi dan pelatihan keterampilan yang memperkuat kompetensi siswa di bidang komunikasi, organisasi, dan kepemimpinan. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung SDGs Poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan membekali generasi muda keterampilan kerja dan kemampuan kolaborasi yang dibutuhkan di dunia profesional. Kegiatan ini juga relevan dengan SDGs Poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) karena menghadirkan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Melalui kegiatan ini, Universitas Teknokrat Indonesia sebagai Kampus Berdampak terbaik di Lampung kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pembangunan pendidikan dan pengembangan karakter generasi muda. Sinergi antara kampus dan sekolah diharapkan terus berlanjut guna menciptakan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kolaborasi yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan. (uti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *