JAKARTA — Praktik penagihan pinjaman digital Kredivo dan KrediFazz menjadi sorotan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen kedua perusahaan pada 23 Juli 2026. Pemanggilan itu berkaitan dengan dugaan tindakan tidak patut oleh petugas penagihan terhadap seorang konsumen di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
OJK meminta penjelasan mengenai kronologi kejadian, hasil pemeriksaan awal, serta langkah perbaikan untuk mencegah kasus serupa terulang.
Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK, Agus Firmansyah, menegaskan bahwa perusahaan jasa keuangan tetap bertanggung jawab atas tindakan pihak ketiga yang bekerja untuk mereka.
“Penggunaan penyedia jasa penagihan tidak mengalihkan kewajiban PUJK untuk memastikan seluruh kegiatan penagihan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, prinsip pelindungan konsumen, serta standar etika yang berlaku,” demikian penegasan OJK dalam siaran pers 24 Juli 2026.
Persoalan ini perlu dilihat dari hubungan layanan kedua perusahaan. Berdasarkan penjelasan awal kepada OJK, konsumen menggunakan aplikasi Kredivo, sedangkan fasilitas pinjaman tunai yang dipersoalkan merupakan produk KrediFazz yang dipasarkan melalui aplikasi tersebut. Penagihan lapangan dilakukan oleh perusahaan jasa penagihan yang bekerja sama dengan KrediFazz.
Skema ini menuntut kejelasan pengawasan dan pembagian tanggung jawab agar konsumen tidak terjebak dalam rantai layanan yang sulit dimintai pertanggungjawaban.
Head of Marketing Kredivo, Indina Andamari, menyatakan perusahaan tetap melakukan investigasi meskipun persoalan tersebut telah dimediasi.
“Pihak Kredivo dan KrediFazz akan tetap menindaklanjuti permasalahan tersebut secara serius, termasuk melanjutkan investigasi,” ujarnya pada 27 Juli 2026. Ia menyebut kejadian itu tidak mencerminkan standar operasional kedua perusahaan.
Indina juga menyampaikan bahwa petugas penagihan yang terkait telah dinonaktifkan. Selain itu, KrediFazz mengevaluasi kerja sama dengan mitra penagihan dan mengambil tindakan sesuai prosedur internal. Menurutnya, status penagihan terhadap konsumen yang bersangkutan dihentikan sementara selama penanganan masalah berlangsung.
Langkah tersebut patut dicatat, tetapi efektivitas evaluasi tetap perlu diukur dari hasil pemeriksaan dan pencegahan agar pelanggaran serupa tidak berulang.
Pada September 2026, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menyatakan pengawas masih memantau proses investigasi dan perbaikan KrediFazz.
“Khususnya, mengenai pembaruan Standard Operating Procedure (SOP), pelatihan petugas penagihan, dan penguatan komunikasi dengan konsumen,” ujarnya dalam keterangan tertulis OJK pada 14 September 2026. Pernyataan ini menunjukkan bahwa pembenahan prosedur dan perilaku petugas menjadi bagian penting dalam penyelesaian persoalan tersebut.
Meski demikian, evaluasi internal tidak boleh berhenti pada penonaktifan seorang petugas atau peninjauan kontrak mitra. Kredivo dan KrediFazz perlu memastikan proses seleksi, pelatihan, pemantauan, serta penanganan pengaduan berjalan efektif. OJK sendiri meminta kedua perusahaan melakukan investigasi secara menyeluruh, objektif, dan terdokumentasi, kemudian menyampaikan hasilnya kepada regulator.
Konsumen memang wajib memenuhi kewajiban pembayaran sesuai perjanjian. Namun, keterlambatan pembayaran tidak membenarkan tindakan intimidatif atau perilaku yang melanggar etika.
Perusahaan penyedia layanan juga tidak semestinya berlindung di balik keberadaan mitra penagih ketika muncul dugaan pelanggaran. Tanggung jawab perlindungan konsumen harus tercermin dalam tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan kepatuhan.
Kasus ini menjadi ujian bagi Kredivo dan KrediFazz dalam membuktikan keseriusan tata kelola penagihan. OJK perlu memastikan seluruh rekomendasi perbaikan dijalankan dan mengambil tindakan sesuai kewenangan apabila ditemukan pelanggaran. Publik pun berhak memperoleh informasi yang akurat mengenai hasil pemeriksaan dan langkah korektif kedua perusahaan.
OJK Soroti Penagihan Pinjol Kredivo dan KrediFazz yang Penuh Intimidatif







