Disdikbud Lampung Gelar Lomba Surat untuk Gubernur, Pelajar SMA-SMK Berebut Hadiah Jutaan Rupiah!

BANDAR LAMPUNG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung menggelar lomba menulis surat kepada Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

Kompetisi yang menyasar pelajar SMA dan SMK sederajat itu menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya literasi sekaligus menumbuhkan semangat kepahlawanan di kalangan generasi muda.

Lomba bertajuk Gubernurku Pahlawanku tersebut terbuka bagi seluruh siswa kelas X, XI, dan XII, baik dari sekolah negeri maupun swasta di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Salah satu juri lomba, Hendri Std, mengatakan kompetisi ini memberikan ruang bagi pelajar untuk menyampaikan aspirasi, gagasan, serta harapan mereka secara langsung kepada kepala daerah.

Menurutnya, seluruh pelajar SMA dan SMK di Lampung memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi. Penyelenggara juga tidak memungut biaya pendaftaran.

“Jadi seluruh pelajar baik kelas 10, 11 dan 12 diperbolehkan mengikuti. Lomba ini juga terbuka bagi SMA dan SMK baik negeri maupun swasta pada 15 kabupaten/kota di Lampung. Tanpa biaya pendaftaran, gratis,” urainya.

Hendri menjelaskan, peserta yang berhasil meraih juara tidak hanya mendapatkan hadiah jutaan rupiah, tetapi juga berkesempatan bertemu langsung dengan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Kepala Disdikbud Lampung Thomas Amirico.

“Ini juga kesempatan emas bagi para pelajar yang berhasil menjadi juara. Sebab para juara akan bertemu langsung dengan Gubernur Bapak Mirza dan Kepala Dinas Pendidikan Bapak Thomas Amirico. Kapan lagi punya kesempatan duduk dan ngobrol bareng para pemimpin Lampung,” katanya.

Peluang memperoleh penghargaan juga diperluas melalui kategori juara favorit. Selain juara pertama, kedua, ketiga serta juara harapan satu hingga tiga, panitia akan menetapkan satu juara favorit dari setiap kabupaten/kota.

“Setiap kabupaten atau kota nanti akan dipilih 1 juara favoritnya, di luar dari juara 1,2 dan 3 serta para juara harapan. Karena Lampung terdiri dari 15 kabupaten/kota, maka akan ada 15 juara tervaforit. Jadi peluang untuk menjadi salah satu juara memang terbuka lebar,” kata Hendri Std yang berlatar belakang jurnalis dan penulis ini.

Untuk mengikuti kompetisi tersebut, pelajar tidak diwajibkan melakukan registrasi terlebih dahulu. Peserta cukup mengirimkan karya sesuai ketentuan melalui WhatsApp ke nomor 0853-5523-5569.

Tiga Tema Pilihan

Dalam ketentuan lomba, setiap peserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu surat. Naskah harus ditulis tangan menggunakan pena bertinta hitam atau biru, dengan panjang antara 300 hingga 400 kata.

Setelah selesai ditulis, surat harus dipindai dalam format PDF dan dikirimkan melalui WhatsApp.

Panitia juga menetapkan bahwa karya peserta tidak boleh menggunakan bantuan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta harus merupakan tulisan asli dan bukan hasil plagiarisme.

Ada tiga tema yang dapat dipilih peserta, yakni aspirasi tentang pendidikan, kepedulian terhadap lingkungan, serta harapan untuk kesejahteraan rakyat.

Tema pendidikan mencakup gagasan mengenai peningkatan kualitas pembelajaran, ketersediaan fasilitas pendidikan, dan pemerataan akses pendidikan berkualitas.

Sementara tema lingkungan memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan pemikiran tentang pelestarian alam, pengelolaan sampah, pengembangan wisata ramah lingkungan, hingga pembangunan berkelanjutan.

Adapun tema kesejahteraan rakyat diarahkan pada gagasan penguatan ekonomi kerakyatan, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Hendri menjelaskan, surat yang dibuat peserta harus memuat dua substansi utama. Pertama, apresiasi terhadap capaian pembangunan Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal. Kedua, gagasan dan rekomendasi yang dinilai dapat mendorong kemajuan daerah.

“Langkah pertama tiap peserta memilih salah satu tema yang dikuasai dari tiga tema pilihan yang ada,” ungkapnya.

Ia menyarankan peserta memperkaya materi tulisan dengan membaca berbagai referensi agar gagasan yang disampaikan memiliki dasar dan argumentasi yang kuat.

“Dengan demikian peserta harus membaca referensi. Diharapkan kegiatan membaca ini bisa menjadi kebiasaan rutin, ya. Biar wawasan pelajar lebih luas,” pesan Hendri Std.

Setelah memahami tema yang dipilih, peserta dapat menghubungkan berbagai informasi tersebut dengan kebijakan pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung, kemudian menyampaikan usulan atau harapan kepada gubernur.

Sebagai contoh, pada tema lingkungan, peserta dapat mengangkat program pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Regional Lampung Raya yang tengah diupayakan pemerintah daerah.

Program tersebut dirancang sebagai salah satu solusi pengelolaan sampah sekaligus mendukung pengembangan energi bersih berkelanjutan.

“Tentu kita mendukung program itu karena memang menjadi inovasi bagi pengelolaan sampah. Kita sampaikan apresiasi kita terhadap hal-hal positif dari program itu. Lalu, sampaikan pula harapan kita,” terang Hendri Std.

Ia menilai peserta juga dapat memberikan masukan agar pengembangan fasilitas pengolahan sampah serupa ke depan menjangkau wilayah lain di Lampung, mengingat cakupan awal program tersebut meliputi Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Lampung Timur.

“Demikian pula dengan tematik lainnya. Kunci untuk dapat membuat surat yang baik secara isi tiada lain harus diimbangi dengan banyak membaca. Setelah itu baru dituangkan secara apik dan rapi melalui tulisan tangan,” katanya.

Selain kualitas isi, kerapian tulisan tangan juga menjadi salah satu aspek penilaian. Kompetisi ini sekaligus diharapkan dapat menghidupkan kembali kebiasaan menulis tangan di tengah perkembangan teknologi digital.

Hendri mengingatkan peserta agar mencantumkan identitas secara lengkap pada surat yang dikirimkan.

“Jangan lupa pada karya surat yang dikirim cantumkan nama lengkap, kelas dan asal sekolah, asal kabupaten atau kota, serta nomor kontak,” pungkasnya.(*/ado)