BANDAR LAMPUNG, 10 Oktober 2026 – Universitas Teknokrat Indonesia resmi meluncurkan program UTI-STEP (Student Exchange & Preparation) dengan tema “Take the Step to the World”. Peluncuran digelar pada Sabtu, 10 Oktober 2026 di Universitas Teknokrat Indonesia.
Universitas Teknokrat Indonesia, sebagai ASEAN’s Best Private University dan Perguruan Tinggi Swasta di Luar Pulau Jawa dengan predikat kampus berdampak, terus memperkuat agenda internasionalisasi.
Program ini lahir dari upaya Teknokrat untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam mengikuti program pertukaran pelajar internasional. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, pengalaman belajar di luar negeri dipandang sebagai salah satu cara efektif untuk membentuk lulusan yang adaptif, berpikir terbuka, dan mampu bekerja dalam lingkungan lintas budaya.
Melalui UTI-STEP, universitas ingin mendorong lebih banyak mahasiswa berpartisipasi dalam program internasional. Dukungan yang disiapkan mencakup persiapan akademik, penguatan kemampuan bahasa, hingga kesiapan menghadapi budaya dan lingkungan belajar yang baru. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya berminat mengikuti pertukaran pelajar, tetapi juga memiliki bekal yang memadai sebelum berangkat.
Kegiatan peluncuran ini mengundang jajaran pimpinan universitas dan fakultas, yaitu Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dekan FTIK, FSIP, dan FEB, serta Wakil Dekan Bidang Akademik dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dari ketiga fakultas tersebut. Kehadiran para pimpinan menunjukkan dukungan institusi terhadap penguatan peran Teknokrat di tingkat global, sekaligus menegaskan bahwa internasionalisasi merupakan agenda bersama lintas fakultas, bukan hanya tugas satu unit.
Apresiasi Wakil Rektor – Kampus Berdampak
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., menyampaikan bahwa UTI-STEP merupakan langkah strategis universitas sebagai kampus berdampak dalam membekali mahasiswa menghadapi tantangan global.
“Pertukaran pelajar internasional adalah pengalaman yang membentuk cara pandang dan kompetensi mahasiswa. Melalui UTI-STEP, kami ingin memastikan mahasiswa Teknokrat tidak hanya berani bermimpi untuk belajar di luar negeri, tetapi juga benar-benar siap secara akademik, bahasa, dan karakter. Kami mengajak seluruh mahasiswa untuk memanfaatkan program ini sebagai langkah awal menuju dunia,” ujar Dr. Mahathir Muhammad, S.E., M.M.
Ia menambahkan bahwa kesiapan menjadi kunci agar kesempatan internasional benar-benar memberi manfaat. Menurutnya, mahasiswa yang dipersiapkan dengan baik akan lebih percaya diri, mampu beradaptasi, dan membawa pulang pengalaman yang berdampak bagi pengembangan diri maupun almamater.
“Kami berharap UTI-STEP menjadi ruang yang mendampingi mahasiswa sejak awal, mulai dari mengenal peluang, menyiapkan diri, hingga siap bersaing di tingkat internasional. Dukungan dari seluruh pimpinan fakultas menjadi modal penting agar program ini berjalan berkelanjutan sebagai wujud nyata kampus berdampak,” lanjutnya.
Peluncuran UTI-STEP juga menjadi bagian dari komitmen Teknokrat dalam memperkuat kerja sama dan jejaring internasional. Ke depan, program ini diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi mahasiswa dari berbagai program studi di FTIK, FSIP, dan FEB untuk mengakses beragam peluang pertukaran pelajar dan pengalaman global lainnya.
Dengan diluncurkannya UTI-STEP, Universitas Teknokrat Indonesia berharap semakin banyak mahasiswanya yang berkesempatan mengikuti program pertukaran pelajar, menimba ilmu dan pengalaman di luar negeri, serta membawa nama baik kampus di tingkat internasional.
Dukungan Terhadap SDGs – Kampus Berdampak
Peluncuran UTI-STEP ini merupakan implementasi nyata komitmen Universitas Teknokrat Indonesia sebagai kampus berdampak terhadap Sustainable Development Goals (SDGs):
SDG 4: Pendidikan Berkualitas – Memperluas akses pendidikan berkualitas berwawasan global melalui persiapan terstruktur untuk pertukaran pelajar internasional, meningkatkan kompetensi akademik, bahasa, dan lintas budaya mahasiswa.
SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan & SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan – Mendorong mobilitas internasional yang inklusif dan memperkuat jejaring kemitraan global antar perguruan tinggi untuk menciptakan lulusan yang adaptif dan berdaya saing dunia.
Universitas Teknokrat Indonesia terus berkomitmen menjadi kampus berdampak yang menyiapkan lulusan siap melangkah ke panggung dunia. (uti)







