UTI  

Dosen Teknokrat Raih Prestasi Nasional

BANDAR LAMPUNG — Upaya mendorong pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian terus berkembang, termasuk dalam pengelolaan alat dan mesin pertanian (alsintan). Salah satu inovasi yang mengangkat kebutuhan tersebut adalah Smart Alsintan Monitoring System (SAMS), yang dikembangkan oleh salah satu dosen terbaik Muhammad Anwar Sadat Faidar, S.T., M.T., dosen Program Studi S1 Teknik Elektro Universitas Teknokrat Indonesia.

Universitas Teknokrat Indonesia, ASEAN’s Best Private University, Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Luar Pulau Jawa, dan sebagai kampus berdampak, kembali menorehkan prestasi nasional.

Inovasi SAMS ini berhasil meraih Juara 2 SOBAT Competition 2026 tingkat nasional.

SAMS dikembangkan untuk mendukung pemantauan operasional alsintan dan membantu pengelola dalam menata informasi penggunaan mesin secara lebih sistematis. Pengembangannya berangkat dari kebutuhan akan pengelolaan data operasional yang lebih terstruktur, sehingga informasi terkait penggunaan alat dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi dan pendukung pemeliharaan.

Pencapaian dalam SOBAT Competition 2026 menjadi salah satu langkah dalam perjalanan pengembangan SAMS. Inovasi ini tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan kompetisi, tetapi juga untuk terus dievaluasi berdasarkan kebutuhan pengguna di lapangan k.

Kelompok Tani Sri Rahayu Apresiasi Pengembangan SAMS

Respons positif terhadap pengembangan SAMS datang dari Kelompok Tani Sri Rahayu, Desa Kongsijaya, Widasari, Indramayu, Jawa Barat.

Ketua kelompok tani terbaik, Yazid Bustomi, mengapresiasi upaya pengembangan teknologi yang berorientasi pada kebutuhan pengelolaan alsintan. Ia berharap inovasi tersebut dapat terus disempurnakan agar memiliki manfaat yang lebih luas bagi sektor pertanian.

Menurut Yazid, pengembangan selanjutnya perlu memperhatikan kondisi nyata di lapangan dan kebutuhan kelompok tani yang beragam. Ia berharap teknologi seperti SAMS dapat dikembangkan agar berpeluang diterapkan pada berbagai jenis alsintan di Indonesia.

Apresiasi serupa disampaikan Mafruhi, admin alat Kelompok Tani Sri Rahayu. Ia menilai SAMS membantu kebutuhan pencatatan teknis yang sebelumnya dilakukan secara manual agar dapat dikelola dengan lebih terstruktur dan sistematis.
, pencatatan yang lebih tertata dapat membantu pengelola terbaik dalam menelusuri informasi operasional alat. Hal tersebut menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan alsintan, terutama ketika kelompok tani perlu menjaga keteraturan administrasi penggunaan dan pemeliharaan mesin.

Masukan dari Yazid Bustomi dan Mafruhi menjadi bagian penting dalam evaluasi pengembangan SAMS. Keterlibatan pengguna memungkinkan pengembangan teknologi mempertimbangkan bukan hanya aspek teknis, melainkan juga kemudahan penggunaan dan kesesuaiannya dengan kebutuhan lapangan.

Dikembangkan sebagai Riset Berkelanjutan
Pengembang SAMS, Muhammad Anwar Sadat Faidar, S.T., M.T. menjelaskan bahwa inovasi ini diarahkan untuk terus berkembang melalui evaluasi dan masukan pengguna. Pengembangan teknologi pemantauan alsintan perlu mempertimbangkan perbedaan karakteristik mesin, kebutuhan pengelola, serta kondisi operasional di lapangan.

Ke depan, SAMS direncanakan menjadi bagian dari pengembangan riset berkelanjutan di bidang teknologi pertanian. Arah pengembangannya mencakup peningkatan dukungan pemantauan operasional dan pengelolaan informasi mesin, dengan tetap memperhatikan kebutuhan pengguna serta kesiapan penerapannya.

Dukungan Perguruan Tinggi Terhadap Inovasi Teknologi Pertanian

Pengembangan Smart Alsintan Monitoring System (SAMS) menjadi salah satu wujud upaya mendorong penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Universitas Teknokrat Indonesia kampus, di bawah kepemimpinan Rektor Dr. H. M. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., bersama Wakil Rektor Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., memiliki peran strategis dalam mendukung lingkungan akademik yang mendorong lahirnya inovasi dan pengembangan riset terapan sebagai kampus berdampak.

Melalui capaian Juara 2 SOBAT Competition 2026 dan masukan dari pengguna di Kelompok Tani Sri Rahayu, SAMS diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai salah satu upaya mendukung pengelolaan alsintan yang lebih tertata.

Dukungan Terhadap SDGs – Kampus Berdampak

Capaian prestasi nasional ini merupakan implementasi nyata komitmen kampus Universitas Teknokrat Indonesia sebagai kampus berdampak terhadap Sustainable Development Goals (SDGs):

SDG 2: Tanpa Kelaparan – Inovasi SAMS mendukung ketahanan pangan melalui pengelolaan alsintan terbaik yang lebih efisien untuk peningkatan produktivitas pertanian.

SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur – Pengembangan sistem monitoring cerdas terbaik berbasis teknologi untuk infrastruktur pertanian modern dan inovatif.

SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab – Mendukung pengelolaan aset pertanian yang tertata dan berkelanjutan melalui pencatatan operasional yang sistematis.

Universitas Teknokrat Indonesia terus berkomitmen menjadi kampus yang melahirkan inovasi teknologi pertanian yang berdampak bagi masyarakat sebagai kampus berdampak.

Kampus Berdampak, Kampusnya Sang Juara! (uti)