Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 bertema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui LRT Jabodebek mengajak 50 murid penyandang disabilitas dari empat Sekolah Luar Biasa (SLB) mengikuti perjalanan edukasi menggunakan LRT Jabodebek dari Stasiun Halim menuju Stasiun Jatimulya pada Kamis (23/7).
Kegiatan ini bertujuan mengenalkan transportasi publik sejak dini sekaligus memberikan kesempatan yang setara bagi anak-anak penyandang disabilitas untuk belajar menggunakan transportasi publik yang aman dan nyaman. Selama kegiatan, peserta mendapatkan edukasi mengenai tata cara menggunakan LRT Jabodebek, keselamatan perjalanan, penyuluhan kesehatan gigi, serta mengikuti berbagai aktivitas edukatif interaktif.
Executive Vice President Divisi LRT Jabodebek, Suryawan Putra Hia, menyampaikan bahwa transportasi publik dapat menjadi ruang belajar untuk menanamkan nilai disiplin, kepedulian, dan keselamatan. Melalui kegiatan ini, LRT Jabodebek berharap dapat membentuk generasi yang lebih mandiri, tertib, peduli terhadap keselamatan, serta terbiasa menggunakan transportasi massal sebagai bagian dari mobilitas sehari-hari.
Sebagai transportasi kereta api dengan teknologi Communication Based Train Control (CBTC) berstandar Grade of Automation (GoA) Level 3, LRT Jabodebek terus berkomitmen menjadikan transportasi publik sebagai sarana edukasi yang inklusif dan mendorong tumbuhnya budaya menggunakan transportasi yang aman serta ramah lingkungan.
Dalam momen peringatan Hari Anak Nasional 2026 dengan tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengajak 50 murid penyandang disabilitas beserta pendamping mengikuti perjalanan edukasi menggunakan LRT Jabodebek dari Stasiun Halim menuju Stasiun Jatimulya, Kamis (23/7). Para murid tersebut terdiri dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 11 Jakarta, SLB Negeri 3 Jakarta, SLB B Sekolah Pangudi Luhur, dan SLB Santi Rama Fatmawati Jakarta.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya LRT Jabodebek mengenalkan transportasi publik sejak usia dini sekaligus memastikan bahwa setiap anak, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan memperoleh pengalaman menggunakan transportasi publik yang aman dan nyaman.
Selama perjalanan, peserta diperkenalkan dengan tata cara menggunakan LRT Jabodebek, berbagai fasilitas layanan, serta edukasi mengenai keselamatan. Kegiatan juga diisi dengan penyuluhan kesehatan gigi oleh drg. Ambar Puspitasari, Sp.KGA, spesialis kedokteran gigi anak, Tim Kesehatan LRT Jabodebek, dan jajaran masing-masing. Selain itu, kegiatan juga dikemas secara interaktif melalui berbagai aktivitas edukatif dengan hadiah menarik yang diselenggarakan di ruang Auditorium kantor LRT Jabodebek.
Executive Vice President Divisi LRT Jabodebek, Suryawan Putra Hia, mengatakan bahwa Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperluas akses pembelajaran bagi seluruh anak melalui pengalaman langsung menggunakan transportasi publik.
“Transportasi publik bukan hanya sarana berpindah tempat, tetapi juga dapat menjadi ruang belajar. Mereka dapat belajar mengenai disiplin waktu, keselamatan, kepedulian terhadap sesama, hingga pentingnya menggunakan transportasi publik,” ujarnya.
Ditambahkannya, edukasi tentang transportasi publik sejak dini dinilai penting karena tidak hanya membangun kebiasaan menggunakan moda transportasi massal, tetapi juga menanamkan budaya disiplin, kepatuhan terhadap aturan, kepedulian terhadap pengguna lain, serta kesadaran akan pentingnya keselamatan selama perjalanan
“Melalui tema Hari Anak Nasional ‘Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan’, kami ingin setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar menggunakan transportasi publik. Pengalaman ini diharapkan membentuk generasi yang lebih mandiri, disiplin, peduli terhadap keselamatan, serta terbiasa menggunakan transportasi massal sebagai bagian dari mobilitas sehari-hari dan pada akhirnya dapat mewujudkan perjalanan yang sukses, aman, dan bahagia,” tambahnya.
Melalui berbagai program edukasi, LRT Jabodebek ingin menjadikan transportasi publik sebagai ruang belajar yang terbuka bagi seluruh masyarakat. Terlebih LRT Jabodebek merupakan transportasi kereta api tercanggih saat ini di Indonesia dengan menggunakan teknologi Communication Based Train Control dengan sertifikasi grade of automation (GoA) level 3. Dengan memahami cara menggunakan transportasi massal sejak dini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang tumbuh dengan budaya disiplin, peduli keselamatan, serta terbiasa memilih moda transportasi yang aman dan ramah lingkungan.
Press Release ini juga tayang di VRITIMES
