Bandar Lampung – Universitas Teknokrat Indonesia Kampus Berdampak terbaik di Lampung kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi nasional melalui partisipasi aktif pada Sarasehan Kebangsaan yang diikuti sekitar 2.600 insan akademik dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026 di Hall B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Barat, mengangkat tema “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia”.
Kehadiran Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., dalam forum nasional tersebut menjadi bagian dari upaya universitas untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menyukseskan agenda strategis pembangunan nasional, khususnya melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguatan riset, inovasi, serta kolaborasi dengan pemerintah dan dunia industri.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia didampingi oleh jajaran pimpinan universitas, antara lain Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) sekaligus Fakultas Sastra dan Ilmu Pendidikan (FSIP), Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta sejumlah dosen Universitas Teknokrat Indonesia yang turut mengikuti rangkaian kegiatan.
Perkuat Kolaborasi dengan Kementerian dan Perguruan Tinggi Nasional
Salah satu momen penting dalam kegiatan tersebut adalah pertemuan langsung antara Rektor Universitas Teknokrat Indonesia dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Stella Christie, Ph.D.
Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat kolaborasi, Prof. Stella Christie memberikan apresiasi terhadap kiprah Universitas Teknokrat Indonesia yang dinilai aktif mendukung berbagai program nasional di bidang pendidikan tinggi.
Ia juga menilai Universitas Teknokrat Indonesia sebagai salah satu perguruan tinggi yang konsisten menghasilkan berbagai prestasi, baik di bidang akademik, penelitian, inovasi teknologi, maupun pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing.
Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Indonesia agar semakin kompetitif di tingkat global.
Selain bertemu dengan Wakil Menteri, Rektor Universitas Teknokrat Indonesia juga melakukan diskusi bersama Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng.
Diskusi tersebut turut dihadiri oleh pimpinan beberapa perguruan tinggi ternama di Indonesia, di antaranya Rektor Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan Rektor Universitas Tanjungpura. Pertemuan tersebut membahas berbagai strategi penguatan pendidikan tinggi, peningkatan mutu lulusan, kolaborasi riset, hingga pengembangan inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan nasional.
Bahas Strategi Kemandirian Ekonomi dan Hilirisasi Nasional
Sarasehan Kebangsaan hari kedua menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan internasional yang membahas berbagai isu strategis mengenai pembangunan Indonesia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, memaparkan strategi penguatan sektor energi nasional sebagai fondasi menuju kemandirian ekonomi Indonesia.
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, menekankan pentingnya hilirisasi industri sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional. Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Forum tersebut juga menghadirkan ekonom kelas dunia dari Columbia University, Prof. Jeffrey Sachs, yang menyampaikan Distinguished International Lecture mengenai pembangunan berkelanjutan serta strategi global dalam menghadapi tantangan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Berbagai materi yang disampaikan memberikan perspektif baru bagi peserta mengenai pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, serta pencetak sumber daya manusia unggul dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri dan sejahtera.
Rektor: Perguruan Tinggi Harus Menjadi Motor Perubahan
Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. HM. Nasrullah Yusuf, S.E., M.B.A., menegaskan bahwa keikutsertaan universitas dalam forum nasional seperti Sarasehan Kebangsaan merupakan bagian dari komitmen institusi untuk terus berkontribusi terhadap pembangunan bangsa.
“Forum ini menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi untuk menyelaraskan langkah dengan pemerintah dalam menghadapi tantangan masa depan. Universitas Teknokrat Indonesia berkomitmen terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat riset, menghasilkan inovasi yang berdampak, serta mencetak lulusan yang adaptif, profesional, dan mampu menjadi penggerak kemajuan bangsa,” ujar Nasrullah Yusuf.
Ia menambahkan bahwa hasil-hasil diskusi dalam forum tersebut akan menjadi salah satu referensi dalam memperkuat kebijakan akademik serta pengembangan kurikulum yang semakin relevan dengan kebutuhan dunia industri dan pembangunan nasional.
Wakil Rektor: Momentum Strategis Memperkuat Peran Perguruan Tinggi
Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia, Dr. H. Mahathir Muhammad, S.E., M.M., turut menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif Rektor beserta jajaran Universitas Teknokrat Indonesia dalam forum nasional tersebut.
Menurutnya, kehadiran Universitas Teknokrat Indonesia bersama para pemimpin pendidikan tinggi dari seluruh Indonesia menunjukkan komitmen kampus dalam mendukung transformasi pendidikan nasional.
“Kami merasa bangga Universitas Teknokrat Indonesia dapat berpartisipasi dalam forum strategis yang menghadirkan para pemangku kebijakan nasional dan akademisi terbaik Indonesia. Kehadiran Bapak Rektor beserta jajaran menjadi wujud nyata komitmen universitas dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah, meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, serta melahirkan inovasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” ujar Mahathir.
Ia berharap berbagai gagasan dan rekomendasi yang dihasilkan dalam Sarasehan Kebangsaan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia sekaligus memperkuat peran Universitas Teknokrat Indonesia sebagai kampus yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kemajuan masyarakat.
Kontribusi Nyata terhadap Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)
Partisipasi aktif Universitas Teknokrat Indonesia dalam Sarasehan Kebangsaan juga sejalan dengan komitmen universitas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini berkontribusi terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan mutu pendidikan tinggi, peningkatan kompetensi akademisi, serta pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap tantangan global.
Selain itu, forum ini mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pembahasan strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia yang siap menghadapi kebutuhan industri dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Keterlibatan Universitas Teknokrat Indonesia dalam dialog bersama pemerintah dan berbagai perguruan tinggi juga memperkuat implementasi SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas institusi dalam membangun ekosistem pendidikan, riset, dan inovasi yang berkelanjutan.
Melalui keikutsertaan dalam forum nasional tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga aktif berkontribusi dalam merumuskan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan bangsa. Kolaborasi yang terjalin dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan semakin memperkuat peran Universitas Teknokrat Indonesia dalam mencetak generasi unggul yang siap membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing global. (uti)







