LAMPUNG- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-53 Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026 resmi ditutup pada Jumat Malam (30/10/2026), di GOR Way Handak, Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.
Dalam ajang keagamaan tingkat provinsi yang mempertemukan kafilah dari 15 kabupaten/kota tersebut, Kota Metro berhasil menempati peringkat keempat dengan raihan 333 poin.
Berdasarkan hasil akhir yang diumumkan dewan juri, Kabupaten Tanggamus berhasil meraih peringkat pertama dengan 583 poin, disusul Kota Bandar Lampung di posisi kedua dengan 398 poin. Sementara itu, Kabupaten Lampung Selatan sebagai tuan rumah menempati peringkat ketiga dengan 341 poin, dan Kota Metro berada di posisi keempat dengan 333 poin.
Capaian tersebut menjadi hasil dari perjuangan dan partisipasi para kafilah Kota Metro yang telah mengikuti berbagai cabang perlombaan. Meski belum menempati posisi tiga besar, hasil ini menunjukkan kontribusi para peserta dalam membawa nama baik daerah melalui kompetisi yang menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur’an.
Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari sinergi Pemerintah Kota Metro bersama Kantor Kementerian Agama Kota Metro, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), para pembina, pelatih, pendamping, serta dukungan masyarakat yang turut memberikan doa dan semangat kepada para peserta.
Penutupan MTQ ke-53 yang mengusung tema “Cahaya Al-Qur’an dari Beranda Sumatera” secara resmi dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, yang juga menjabat sebagai Ketua LPTQ Provinsi Lampung.
Dalam sambutannya, Zulkarnain berharap pelaksanaan MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan untuk memperebutkan prestasi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat pembinaan potensi putra-putri daerah secara berkelanjutan.
“Prestasi besar tidak selalu dimulai dari juara, tetapi dari keberanian membina, memberi kesempatan, dan terus memperbaiki kualitas,” ujar Zulkarnain.
Ia menegaskan, setiap kabupaten dan kota memiliki potensi peserta yang perlu terus dikembangkan melalui pembinaan yang terencana dan berkesinambungan. Karena itu, LPTQ di setiap daerah diharapkan tidak hanya berorientasi pada hasil kompetisi, tetapi juga berkomitmen menyiapkan generasi Qur’ani yang mampu bersaing pada tingkat lebih tinggi.
Pada kesempatan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Metro, Helmi Zein, hadir mewakili Ketua LPTQ Kota Metro. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap perjuangan kafilah Kota Metro sekaligus komitmen untuk terus memperkuat pembinaan generasi Qur’ani.
Ia menyampaikan bahwa capaian peringkat keempat merupakan hasil kerja bersama yang patut diapresiasi. Menurutnya, prestasi dalam MTQ bukan semata-mata diukur dari posisi akhir, melainkan juga dari proses pembinaan, semangat peserta, serta pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kompetisi.
Pemerintah Kota Metro berharap pengalaman pada MTQ ke-53 ini menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan, sehingga pada penyelenggaraan berikutnya kafilah Kota Metro dapat meraih hasil yang lebih baik. (*)







