JAKARTA – Jagat media sosial tengah dihebohkan oleh aksi tidak terpuji seorang pelari dalam ajang Jakarta Running Festival (JRF) 2026.
Pelari yang diketahui bernama Mochamad Muldan Nurul Yakin menjadi sorotan tajam warganet setelah terekam menerobos pagar pembatas dan melontarkan umpatan kasar kepada petugas. Belakangan diketahui, pria tersebut memegang posisi mentereng sebagai Senior Manager Compliance di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Insiden bermula ketika Muldan dihentikan oleh panitia di titik Cut-Off Point (COP) atau batas waktu perlombaan karena tidak mampu memenuhi pace yang ditentukan. Alih-alih mematuhi aturan demi keselamatan, oknum tersebut justru memaksa menerobos pembatas agar bisa mencapai garis finish demi mendapatkan medali, sembari memaki kru dan fotografer di lokasi kejadian dengan kata-kata kasar “anjing” secara berulang kali.
Ulahnya dinilai ironis oleh netizen mengingat posisinya di perusahaan yang membawahi bidang kepatuhan.
Menanggapi kegaduhan yang menyeret nama institusinya, pihak manajemen Bank BRI langsung memberikan pernyataan resmi. Manajemen menegaskan bahwa tindakan yang bersangkutan merupakan ranah personal dan tidak berkaitan dengan operasional bisnis perusahaan.
Namun, BRI menyayangkan sikap tersebut karena bertolak belakang dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh perusahaan.
”Isu itu merupakan ranah personal yang tidak terkait dengan operasional bisnis, namun kami menegaskan bahwa tindakan tersebut sama sekali tidak mencerminkan nilai dan budaya kerja BRI,” tulis perwakilan manajemen Bank BRI.
Pihak BRI juga menyatakan tidak akan tinggal diam terhadap perilaku pekerjanya yang melanggar kode etik dan mencoreng nama baik korporasi. Komitmen sanksi berat pun tengah disiapkan sesuai dengan regulasi internal yang berlaku.
”BRI tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran kode etik pekerja. Kami akan mengambil langkah tegas terhadap yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perusahaan yang berlaku,” tambah pihak manajemen.
Setelah video makiannya viral dan mendapat kecaman luas dari komunitas pelari serta masyarakat umum, Mochamad Muldan Nurul Yakin akhirnya mengunggah video klarifikasi dan permohonan maaf melalui akun media sosial pribadinya.
Ia mengakui bahwa emosi sesaatnya telah mencederai nilai-nilai sportivitas dan menyampaikan penyesalan mendalam kepada panitia JRF 2026 serta pihak-pihak yang dirugikan







