TULUNGAGUNG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Tulungagung mengalokasikan anggaran APBD sebesar Rp50 juta untuk kegiatan studi referensi ke Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Kegiatan tahunan yang bertujuan mengembangkan organisasi ini turut diisi dengan kunjungan wisata, jamuan makan malam, hingga belanja oleh-oleh.
Di tengah kondisi fiskal daerah yang menuntut pengelolaan anggaran secara cermat, rangkaian kegiatan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai prioritas penggunaan uang publik.
Rombongan DWP Tulungagung berangkat menuju Wonosobo pada Senin (19/10/2026). Dalam agenda hari pertama, rombongan mengunjungi sejumlah destinasi wisata, di antaranya Pintu Langit, Kawah Sikidang, dan Telaga Menjer, sekaligus menikmati makan siang.
Setelah itu, rombongan menuju hotel untuk beristirahat sebelum menghadiri jamuan makan malam atau gala dinner di Dipayana Cafe.
Pada hari berikutnya, Selasa (20/10/2026), rombongan mengikuti agenda utama berupa studi referensi ke DWP Wonosobo yang berlangsung di Kantor Bupati Wonosobo.
Kegiatan diawali dengan sambutan Penasehat DWP Wonosobo, Dyah Afif Nurhidayat, kemudian dilanjutkan dengan ucapan terima kasih dari Ketua DWP Tulungagung, Endang Tri Hariadi.
Agenda berikutnya meliputi sesi tanya jawab, penyerahan cendera mata, foto bersama, serta ramah tamah sambil menikmati kuliner khas Wonosobo, seperti mi ongklok, soto golak, dan tempe kemul.
Usai kegiatan tersebut, rombongan melanjutkan perjalanan ke pusat oleh-oleh Dinasty. Perjalanan kemudian diteruskan ke Solo untuk menikmati makan malam berupa sate kambing di warung Pak Manto sebelum rombongan kembali ke Tulungagung.
Kabag Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Tulungagung, Makrus Manan, membenarkan bahwa kegiatan studi referensi DWP Tulungagung ke Wonosobo dibiayai melalui APBD sebesar Rp50 juta.
“Biasanya itu kegiatan tahunan. Seingat saya dianggarkan Rp50 juta,” ujar Makrus, Kamis (22/10/2026).
Menurut Makrus, kegiatan tersebut bertujuan mendukung pengembangan organisasi sekaligus mempererat hubungan dan membangun kolaborasi antara DWP Tulungagung dan DWP Wonosobo.
“Fokusnya pengembangan dan penguatan terhadap organisasi. Kemarin studi referensi dilakukan di Wonosobo,” pungkasnya.
Meski memiliki tujuan pengembangan organisasi, penggunaan anggaran daerah untuk kegiatan yang juga mencakup wisata dan jamuan kuliner tetap layak mendapat perhatian. Transparansi anggaran dan kesesuaian setiap agenda dengan tujuan kegiatan menjadi penting agar penggunaan APBD dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.







