Dianggap Gak Fair, PB Wartawan Mundur dari Turnamen Badminton HUT BKHIT Lampung

BANDAR LAMPUNG — Turnamen badminton dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-149 Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Lampung diwarnai aksi protes peserta. Persoalan tersebut mencuat setelah muncul dugaan pelanggaran ketentuan terkait kualifikasi pemain dalam pertandingan yang digelar di Lapangan Badminton Lampung Walk, Bandar Lampung, Sabtu (10/10/2026).

Caption: Pemain PB Wartawan melawan Pemain PB Japfa. Foto: Ihan suryasumatera

Protes dilayangkan Persatuan Bulutangkis (PB) Wartawan yang mempersoalkan keputusan panitia menyikapi dugaan keterlibatan pemain yang dinilai melanggar persyaratan turnamen.

Persoalan bermula ketika salah satu pemain yang menjadi lawan PB Wartawan teridentifikasi sebagai pemain yang mengantongi ID Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) .

Padahal, panitia sebelumnya telah menyampaikan ketentuan mengenai kualifikasi pemain kepada seluruh peserta.

Dalam pointer keempat, disebutkan:
“DILARANG membawa pemain TOP / pemain yang pernah berlaga di turnamen OPEN / Kejurprov / Kejurnas / Sirkuit Nasional. Jika terbukti membawa pemain Top, team langsung DIDISKUALIFIKASI tanpa toleransi. Keputusan panitia mutlak.”

PB Wartawan Persoalkan Sikap Panitia

Ketua PB Wartawan, Fajar Arifin, menyatakan keberatan atas keputusan panitia yang dinilainya tidak sejalan dengan ketentuan tertulis.

Ia menilai konsistensi penerapan aturan menjadi hal penting untuk menjaga keadilan bagi seluruh peserta.

“Kami dari PB Wartawan merasa turnamen ini tidak fair. Di dalam peraturan sudah jelas dinyatakan pada poin 4 bahwa pemain profesional dilarang dimainkan di kompetisi ini. Namun faktanya, masih ada tim yang memainkannya,” ujar Fajar di lokasi pertandingan, Sabtu (10/10/2026).

Fajar, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Lampung sekaligus CEO Senator.id Grup itu, menyayangkan opsi penyelesaian yang ditawarkan panitia.

Menurut dia, panitia tidak menerapkan sanksi diskualifikasi terhadap tim sebagaimana tercantum dalam regulasi. Sebaliknya, opsi yang ditawarkan disebut hanya menggugurkan pemain yang dipersoalkan, sedangkan timnya tetap dapat melanjutkan pertandingan.

“Sangat disayangkan, padahal merujuk pada regulasi tertulis di poin 4, sanksinya adalah diskualifikasi terhadap tim, bukan hanya satu pemain saja. Gimana sih panitia ini, sudah jelas tertulis aturannya kok justru mereka sendiri yang melanggar,” cetus Fajar.

Atas persoalan tersebut, PB Wartawan memutuskan tidak melanjutkan pertandingan ke partai ketiga. Keputusan mundur itu diambil sebagai bentuk keberatan terhadap penanganan dugaan pelanggaran regulasi.

“Olahraga itu menjunjung tinggi semangat sportifitas. Karena kami menilai panitia tidak lagi sportif, kami memutuskan untuk mundur,” tukasnya.

Fajar berharap panitia pelaksana turnamen badminton HUT ke-149 BKHIT Lampung dapat menjalankan ketentuan pertandingan secara konsisten dan adil. Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi menjadi bagian penting dalam menjaga sportivitas serta nama baik institusi penyelenggara. (han/jar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *