PESISIR BARAT – Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap Sahroni, 45, seorang nelayan asal Seray, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, yang diduga tenggelam di perairan Pantai Labuhan Jukung, Pekon Kampung Jawa, Senin (19/10).
Peristiwa ini bermula ketika seorang nelayan bernama Fahturanman menemukan sebuah perahu dalam kondisi terbalik dan terombang-ambing di perairan Labuhan Jukung sekitar pukul 10.00 WIB. Perahu tersebut diduga milik Sahroni yang sebelumnya berangkat melaut pada waktu subuh untuk mencari ikan.
Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung dari Ruli, perwakilan BPBD Pesisir Barat, pada pukul 11.09 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Unit Siaga SAR Pesisir Barat bergerak menuju lokasi kejadian dan tiba sekitar pukul 11.25 WIB untuk berkoordinasi dengan unsur terkait sebelum melaksanakan operasi pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung yang diwakili oleh Komandan Unit Siaga SAR Pesisir Barat Ari Wiranata menyatakan pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan menggunakan rubber boat dan perahu jukung milik nelayan dengan penyisiran di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya korban hingga sejauh dua mil laut.
“Tim juga melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai sejauh kurang lebih dua kilometer. Namun, hingga pukul 17.00 WIB, upaya pencarian belum membuahkan hasil,” ujar Ari.
Operasi pencarian menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kondisi cuaca berupa hujan deras, tinggi gelombang yang mencapai 1,5–2,5 meter, serta belum adanya saksi mata yang mengetahui secara langsung kejadian tersebut. Kondisi ini menjadi pertimbangan tim dalam menentukan pola pelaksanaan pencarian di lapangan.
Tim SAR gabungan yang terlibat terdiri atas personel Unit Siaga SAR Pesisir Barat, BPBD Pesisir Barat, Polairud, Polsek Pesisir Tengah, Koramil Pesisir Tengah, Puskesmas Pesisir Tengah, serta masyarakat dan nelayan setempat. Setelah pencarian hari pertama dihentikan sementara, operasi direncanakan kembali dilanjutkan pada Selasa (20/10) pukul 07.00 WIB sesuai rencana operasi SAR hari kedua.
Basarnas Lampung mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, agar selalu memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang sebelum melaut serta menggunakan perlengkapan keselamatan. Dan apabila mengetahui informasi tentang korban dapat menghubungi tim Basarnas melalui emergency call 115 atau comm center Basarnas Lampung di 082180048006. (hum/peb)







