Berawal dari Jualan Pisang Keliling, Sarjiyanti Sukses Kembangkan Gudang Hasil Bumi IMANUEL Bersama BRI Unit Panjang

BANDAR LAMPUNG – Ketekunan, kedisiplinan, dan keberanian mengambil peluang menjadi kunci keberhasilan dalam membangun usaha. Hal tersebut tercermin dari perjalanan Sarjiyanti, nasabah BRI Unit Panjang, yang berhasil mengembangkan usaha jual beli hasil bumi dari berjualan pisang keliling kampung hingga memiliki gudang penampungan hasil bumi bernama IMANUEL di Dusun Karya Bersama.

Perjalanan usaha Sarjiyanti dimulai pada 2016 dengan memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Unit Panjang sebesar Rp15 juta. Pada awalnya, usaha yang dijalankannya masih sederhana, yakni membeli dan menjual pisang dengan berkeliling kampung.

Meski dimulai dari skala kecil, Sarjiyanti memiliki tekad kuat untuk mengembangkan usahanya. Ia menjalankan bisnis dengan penuh ketekunan, disiplin dalam memenuhi kewajiban angsuran, serta cermat mengelola keuntungan agar dapat kembali digunakan sebagai tambahan modal usaha.

Seiring berkembangnya usaha, Sarjiyanti kembali memanfaatkan fasilitas KUR BRI melalui BRI Unit Panjang untuk memperkuat permodalan. Dari pinjaman pertama sebesar Rp15 juta, pembiayaan meningkat menjadi Rp25 juta pada pinjaman kedua, Rp50 juta pada pinjaman ketiga, hingga mencapai Rp80 juta pada pinjaman keempat.

Peningkatan plafon pembiayaan tersebut sejalan dengan perkembangan kebutuhan usaha yang terus bertumbuh. Tambahan modal dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas pembelian, menambah persediaan, serta memperluas jangkauan usaha jual beli hasil bumi.

Kini, usaha Sarjiyanti telah berkembang menjadi Gudang IMANUEL, yang menampung berbagai komoditas hasil bumi masyarakat, seperti pisang, kelapa bulat, kopra, dan arang batok. Usaha ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi Sarjiyanti, tetapi juga menjadi bagian dari rantai perdagangan hasil bumi masyarakat setempat.

Selain mengelola gudang hasil bumi, Sarjiyanti juga mengembangkan usaha di sektor perkebunan dengan mengelola kebun kelapa sawit. Ia turut menjalin kerja sama dengan warga melalui kontrak pembelian batang kelapa, sehingga semakin memperluas aktivitas bisnis yang dijalankannya.

Keberhasilan Sarjiyanti menunjukkan bahwa usaha mikro memiliki peluang besar untuk berkembang ketika didukung oleh pengelolaan usaha yang baik, kedisiplinan finansial, serta akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan. Pendampingan dari Mantri BRI Unit Panjang, Fajar Nuraldi, turut menjadi bagian dari perjalanan Sarjiyanti dalam mengembangkan bisnisnya secara bertahap.

Pemimpin Cabang BRI Kanca Teluk Betung, Hutama Wiranegara Gunawan, menyampaikan bahwa BRI terus berkomitmen mendukung pertumbuhan pelaku usaha mikro melalui penyediaan akses pembiayaan produktif, termasuk melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jaringan pemasaran, mengoptimalkan potensi ekonomi daerah, serta menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Kisah Sarjiyanti menjadi inspirasi bahwa kesuksesan tidak selalu berawal dari usaha besar. Dengan modal awal yang dikelola secara bertanggung jawab, semangat pantang menyerah, serta dukungan pembiayaan dan pendampingan dari BRI Unit Panjang, usaha sederhana dapat bertumbuh menjadi bisnis yang lebih besar dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

BRI Unit Panjang, tumbuh bersama UMKM, menggerakkan ekonomi kerakyatan. (rls/peb)