BANDAR LAMPUNG – Kesuksesan tidak selalu datang secara instan. Bagi Tauhidduddin, ketekunan dalam menjalankan usaha dan keberanian untuk terus berkembang menjadi kunci hingga mampu meningkatkan taraf ekonominya. Berawal dari usaha warung sembako dan toko obat pertanian, kini ia berhasil memiliki aset sawah seluas 3 hektare.
Tauhidduddin merupakan nasabah mikro BRI Unit Karang Pucung yang menjalankan usaha toko obat pertanian di wilayah Sumberjaya, Karang Pucung. Usahanya dirintis dengan dukungan pembiayaan dari BRI yang kemudian dimanfaatkan untuk mengembangkan kegiatan usaha secara bertahap.
Sejak awal menjalankan usaha, Tauhidduddin melihat peluang dari kebutuhan masyarakat sekitar terhadap berbagai kebutuhan pertanian. Tidak hanya mengembangkan warung sembako, ia juga mengembangkan toko obat pertanian yang menyediakan berbagai kebutuhan bagi para petani di lingkungan sekitar.
Untuk memperkuat modal usaha, Tauhidduddin memperoleh dukungan pembiayaan dari BRI. Saat ini, ia tercatat telah mendapatkan pembiayaan hingga plafond Rp100 juta, yang telah digunakan dalam beberapa tahap pinjaman, mulai dari pinjaman pertama, kedua hingga pinjaman ketiga.
Tambahan modal tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan usaha Tauhidduddin. Dengan permodalan yang lebih kuat, ia dapat mengembangkan usaha sembako sekaligus memperluas toko pertanian yang dijalankannya.
“Awalnya modal usaha saya berasal dari pinjaman BRI. Modal tersebut saya gunakan untuk mengembangkan warung sembako dan toko pertanian. Alhamdulillah, dari usaha yang terus dijalankan dan dikembangkan, hasilnya bisa saya manfaatkan untuk memiliki aset sawah hingga sekitar 3 hektare,” ujar Tauhidduddin.
Perjalanan Tauhidduddin menunjukkan bagaimana pembiayaan produktif dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha. Keuntungan dari usaha tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga diupayakan kembali menjadi aset produktif yang dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Keberadaan toko obat pertanian milik Tauhidduddin juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Para petani di Sumberjaya dan wilayah Karang Pucung dapat lebih mudah memperoleh kebutuhan pertanian tanpa harus mencari ke lokasi yang jauh.
Pemimpin Cabang BRI Kanca Teluk Betung, Hutama Wiranegara Gunawan, mengatakan bahwa BRI terus berkomitmen mendukung pelaku usaha mikro melalui akses pembiayaan yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha produktif.
“BRI terus berupaya memberikan akses pembiayaan kepada pelaku usaha mikro agar mereka dapat mengembangkan bisnis dan meningkatkan kesejahteraan. Kisah Tauhidduddin menjadi contoh bahwa pembiayaan yang dimanfaatkan secara produktif dapat membantu usaha tumbuh sekaligus menciptakan aset yang bernilai untuk masa depan,” ujar Hutama.
Menurutnya, keberhasilan pelaku UMKM seperti Tauhidduddin juga menjadi motivasi bagi masyarakat lainnya untuk berani mengembangkan usaha dan memanfaatkan akses pembiayaan secara bijak sesuai dengan kebutuhan bisnis.
BRI melalui jaringan unit kerja di berbagai wilayah terus hadir mendampingi pelaku UMKM, termasuk melalui BRI Unit Karang Pucung, untuk memberikan akses layanan dan pembiayaan yang mendukung pertumbuhan usaha masyarakat.
Kisah Tauhidduddin menjadi bukti bahwa usaha yang dirintis dari skala sederhana dapat berkembang apabila dikelola dengan tekun dan konsisten. Dari warung sembako dan toko pertanian, kini ia tidak hanya mampu mengembangkan bisnisnya, tetapi juga berhasil membangun aset sawah seluas 3 hektare.
Perjalanan tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana semangat berusaha dan pemanfaatan pembiayaan secara produktif dapat menjadi jalan bagi pelaku UMKM untuk terus tumbuh dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. (rls/peb)







