BANDAR LAMPUNG – Perjalanan membangun usaha tidak selalu dimulai dengan modal besar. Hal tersebut dirasakan oleh Ferrari, pelaku usaha kopi asal Bandar Lampung yang selama sekitar 16 tahun menekuni bisnis distributor kopi bubuk robusta Lampung hingga berhasil mengembangkan usahanya menjadi kedai kopi dan membuka lapangan pekerjaan.
Ferrari mulai menjalankan usaha distributor kopi bubuk sejak sekitar 2010. Usahanya berawal dari permintaan perorangan yang membutuhkan pasokan kopi bubuk. Dari waktu ke waktu, usahanya terus berkembang hingga saat ini produknya telah menjadi salah satu pilihan pemasok bagi lebih dari 10 kedai kopi atau kafe di wilayah Lampung.
Dalam mengembangkan usahanya, Ferrari mendapatkan dukungan pembiayaan dari BRI. Perjalanannya bersama BRI dimulai dari pinjaman sebesar Rp25 juta. Modal tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam proses pengembangan usaha yang dijalankannya.
Seiring pertumbuhan bisnis, Ferrari terus meningkatkan skala usahanya. Saat ini, ia mendapatkan fasilitas pembiayaan Kupedes dengan jangka waktu 36 bulan dan plafond sebesar Rp160 juta, meningkat dari plafond sebelumnya sebesar Rp100 juta.
Kembangkan Distributor Kopi hingga Buka Kedai
Tidak berhenti sebagai distributor kopi bubuk, Ferrari kemudian melihat peluang lain dalam industri kopi. Ia membuka sebuah kedai kopi bernama Bengkel Kopi yang berlokasi di Jl. Rawa Bengkel, Enggal, Bandar Lampung.
Lokasi kedai yang berada di kawasan strategis di pusat Kota Bandar Lampung menjadi salah satu peluang bagi Ferrari untuk memperluas bisnis sekaligus memperkenalkan produk kopi yang dipasarkannya secara langsung kepada konsumen.
Perkembangan usaha tersebut turut memberikan dampak bagi lingkungan sekitar. Dari awalnya belum memiliki pegawai ketika memulai usaha, kini Ferrari telah mempekerjakan empat orang karyawan di kedai kopinya.
Tidak Sekadar Berjualan Kopi
Bagi Ferrari, bisnis kopi bukan hanya mengenai transaksi jual beli. Ia juga aktif berbagi pengetahuan mengenai dunia kopi, khususnya kopi robusta dan arabika.
Ferrari kerap bertukar informasi dengan berbagai instansi pemerintahan mengenai pengembangan kopi, termasuk pengetahuan mengenai proses roasting atau sangrai kopi robusta agar dapat menghasilkan kopi bubuk dengan kualitas yang baik.
Selain itu, Ferrari juga membuka ruang belajar bagi para barista pemula. Di kedai Bengkel Kopi, ia memberikan kesempatan kepada barista yang ingin meningkatkan kemampuan dan menjadi barista profesional untuk mendapatkan ilmu serta berbagi pengalaman mengenai dunia kopi secara gratis.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Ferrari terhadap perkembangan ekosistem kopi di Lampung. Ia berharap semakin banyak generasi muda yang mengenal kopi Lampung dan memiliki kemampuan dalam mengolah serta menyajikan kopi dengan kualitas yang baik.
Tumbuh Bersama BRI
Perjalanan Ferrari menunjukkan bahwa perkembangan sebuah usaha dapat dimulai dari langkah sederhana. Berawal dari memenuhi permintaan kopi bubuk dari perorangan, usahanya kini berkembang menjadi distributor yang memasok lebih dari 10 kafe di Lampung serta memiliki kedai kopi sendiri.
Dukungan pembiayaan produktif dari BRI turut menjadi bagian dari perjalanan pengembangan usaha Ferrari. Dari pembiayaan awal sebesar Rp25 juta, kini fasilitas pembiayaannya telah berkembang hingga Rp160 juta.
Kisah Ferrari menjadi gambaran bagaimana pelaku UMKM dapat terus mengembangkan usaha melalui inovasi, konsistensi, pemanfaatan pembiayaan secara produktif, serta kemauan untuk berbagi pengetahuan kepada masyarakat.
Pemimpin Cabang BRI Kanca Teluk Betung, Hutama Wiranegara Gunawan, menyampaikan dukungan terhadap pertumbuhan pelaku usaha mikro dan kecil di wilayah Bandar Lampung agar dapat terus mengembangkan usaha dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Melalui dukungan pembiayaan dan pendampingan, BRI terus mendorong pelaku UMKM untuk mengembangkan potensi usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, serta meningkatkan kapasitas bisnis agar dapat tumbuh dan naik kelas.
Perjalanan Ferrari menjadi contoh bahwa secangkir kopi dapat menyimpan cerita panjang tentang perjuangan. Dari modal awal Rp25 juta, usaha yang dirintis sejak 2010 tersebut kini telah berkembang menjadi bisnis distributor kopi sekaligus kedai yang membuka lapangan pekerjaan dan menjadi tempat berbagi ilmu bagi para pencinta kopi di Lampung. (rls/peb)







