Wah, Ada “Bau” Tak Sedap di Muscab Serentak DPC PD se-Lampung 2022

# Dilihat: 2.191 pengunjung

BANDAR LAMPUNG- Bau tak sedap tercium dari gelaran Musyawarah Cabang (Muscab) serentak DPC Partai Demokrat (PD) Se-Lampung yang diselenggarakan DPD PD Lampung pada 21 Maret 2022 lalu di Balai Krakatau, Bandarlampung!

Ya, Edy Irawan Arief yang belum lama ini dikukuhkan Agus Harymurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua PD Lampung itu diduga mempergunakan kekuasaannya dengan “memaksa” para Pengurus Anak Cabang (PAC) memberikan dukungan kepada salah satu calon ketua DPC PD di Kabupaten / Kota.

Salah seorang Ketua PAC PD di Kota Metro mengatakan bahwa jelang Muscab PD, dirinya bersama 3 PAC lain memenuhi panggilan Ketua DPD Edy Irawan Arief di bilangan Palapa, Bandar Lampung.

Hanya 1 PAC yang tidak hadir dengan alasan sakit.

Ditempat itu, kata dia, dirinya diminta untuk memberikan dukungan kepada Bambang Iman Santoso untuk duduk sebagai Ketua DPC Kota Metro di Muscab.

“Disitu ada notaris, surat dukungan (ke Bambang Iman Santoso) itu dibuat dihadapan notaris,” ungkapnya (24/3/22).

Untuk diketahui, ada 2 orang yang mendaftar sebagai Calon Ketua PD Metro di Muscab serentak beberapa hari lalu. Yakni Bambang Iman Santoso dan Sudarsono.

Namun Sudarsono tak lulus verifikasi dukungan lantaran 2 PAC pendukungnya membelot.

Ya, untuk lolos ke tahap fit and proper test, para calon ketua DPC PD disyaratkan mendapat minimal 20 persen dukungan PAC.

Sumber lain di Bumi Sai Wawai mengatakan bahwa dirinya mengalihkan dukungan lantaran adanya instruksi khusus dari Ketua DPD PD Lampung Edy Irawan Arief.

” Kita ada amanah dari DPP (PD), minta dukungan ke Haji Bambang,” begitu kata sumber menirukan ucapan Edy Irawan.

Selain itu, ia mengaku tidak berani menolak permintaan sang ketua lantaran takut posisinya digeser.

“Lah kalau kita di plt-kan, Yo mrongos,” ucapnya.

Sementara itu, Sudarsono yang dinyatakan tidak lolos verifikasi menyatakan bahwa dibawah kendali Edy Irawan Arief, Partai Demokrat Lampung sudah keluar dari Patron demokrasi yang selama ini dijunjung tinggi oleh para kader.

“Tadinya saya berfikir akan ada perubahan di Demokrat. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, tidak ada lagi demokrasi di Demokrat Lampung,” ucap Sudarsono (24/3/22).

Pada bagian lain, Anton Setia Putra yang mencalonkan diri untuk Ketua DPC PD Lampung Timur menyatakan bahwa intervensi yang dilakukan Edy Irawan terkait pencalonan para calon ketua DPC PD sangat kuat.

“18 PAC yang mendukung pencalonan saya digeser! Mereka digantikan dengan pengurus baru yang mendukung Khadafi (calon ketua DPC PD Lamtim lain),” ungkap Anton lewat sambungan telpon (24/3/22).

Menurutnya 18 PAC itu dipecat lantaran dirinya enggan membagi suara dukungan.

“Edy (Ketua DPD PD Lampung) juga ngamuk-ngamuk, PAC (yang dukung Anton) diteken-teken, diintervensi. Sampai akhirnya Kherlani (Steering committee muscab) ngundang saya dan minta agar suara PAC yang mendukung saya dibagi 2 dengan Khadafi. Tawaran itu ya jelas saya tolak,” ucapnya.

Nah, lanjutnya, lantaran upaya pembagian suara PAC tidak tercapai, aksi pemecatan massal pun terjadi.

“Memecat sepihak PAC yang sah. Diangkat plt baru yang diplenokan tanggal 14 maret dan di SK kan tanggal 16 Maret,” pungkasnya.

Terkait hal ini, meski sudah dihubungi, Ketua DPD PD Lampung Edy Irawan Arief belum memberikan tanggapan.

Diberitakan, dari 24 calon Ketua DPC pada muscab serentak DPC PD se Lampung, ada empat calon yang dinyatakan tidak lolos verifikasi

Mereka adalah Anton Setia Putra dan Asep Makmur yang mendaftar calon Ketua DPC Lampung Timur, Sudarsono dari Metro dan Herwan Mega dari Lampung Utara. 

“Anton dan Asep Makmur tidak lolos sebagai bakal calon di pra muscab, Sudarsono tidak lolos verifikasi dan Herwan Mega itu pendukungnya tidak mau diverifikasi,” ungkap Ketua BPOKK PD Lampung, Midi Iswanto (22/3/22) lalu. (dim/jar)

banner 325x300