Pemkab Pesawaran Mau Bangun GOR dan Museum Pake Duit Utangan, M. Nasir: Belum Tepat Waktunya!

# Dilihat: 2.081 pengunjung
  • Bagikan

PESAWARAN- Polemik rencana Pemkab Pesawaran membangun Gedung Olah Raga (GOR) dan Museum Tapis dari uang hasil utangan membuat bekas Ketua DPRD Pesawaran, M. Nasir angkat bicara.

Ketua Partai NasDem Kabupaten Pesawaran ini mengatakan bahwa langkah pemkab membangun ke 2 gedung itu nerupakan keputusan yang keliru.

Sebab, kata dia, dalam kondisi masih dalam masa Pandemi saat ini, dengan keberadaan masyarakat yang masih disekap situasi serba kesulitan untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya.

Mungkin, kata Nasir, akan sangat bijak kalau Pemerintah lebih mengutamakan untuk menggerakkan roda perekonomian dalam upaya nyata membantu masyarakat keluar dari kesulitan.

” Saya rasa, lebih elok, kalo pemerintah lebih fokus untuk menghidupkan perekonomian masyarakat, yang sekarang kondisinya masih sangat terpuruk,” ungkap Nasir, Rabu, (17/11/21)

” Masih belum tepat waktunya, itu saja,” tambahnya

Sebelumnya, Forum Masyarakat Pesawaran Bersatu (FMPB ) kritisi Rencana Pemerintah Kabupaten Pesawaran yang akan membangun Gedung Olahraga (GOR) dan Museum Tapis tahun 2022 lewat dana pinjaman dari PT Sarana Multi Insfrastruktur (Persero ).

Nilai pinjamannya pun lumayan besar, yakni Rp 150 Miliar dengan bunga 5,6 persen pertahun, dengan lama masa pinjaman selama 4 tahun.

Ketua Harian FMBP Saprudin Tanjung mengatakan dirinya tidak mempersoalkan masalah Pemerintah melakukan peminjaman tersebut, yang menjadi sorotannya adalah peruntukan dan kegunaan akan manfaat dari dana pinjaman itu sendiri.

” Kalau masalah pinjamannya sih mungkin tidak terlalu masalah, biasa dalam kondisi keuangan yang sulit, pemerintah melakukan pinjaman. Yang kita soal sudah tepat tidak rencana Pemerintah untuk membangun gedung dari uang hasil pinjaman, itu saja,” ucap Tanjung, Senin ( 15/11/21)

“Apalagi di situasi pandemi saat ini, dimana masyarakat lagi serba susah begini.Sebaliknya malah kami curiga, jangan- jangan peruntukan dan kegunaan uang pinjaman ini, semata untuk keuntungan pribadi oknum tertentu,” tambahnya.

BACA JUGA:  Jelang Musim Penghujan, BPBD Metro Minta Semua Pihak Waspada

Sebab, lanjut Tanjung, rencana pemerintah untuk membangun kedua gedung tersebut dinilainya belum begitu mendesak untuk dilaksanakan.

” Sekarang coba pikir, kita mau bangun GOR, wong gedung Kantor Disporanya saja, sampai sekarang masih ngontrak sana sini, kok malah mau bangun GOR, kan aneh,” ucapnya

Begitupun dengan rencana pembangunan gedung Musium Tapis.

” Seharusnya pemerintah lebih mengutamakan kebutuhan yang sangat di perlukan bagi para pengrajin tapis, seperti memberikan pelatihan atau modal usaha, guna kemajuan dan kesejahteraannya, bukan gedung besar dan mewah, sedang para pengrajin ya sendiri hidup serba kekurangan,” beber Tanjung.

Terkait dengan soal pinjaman ini, ia mendapatkan informasi bahwa sudah masuk ranah pembahasan di DPRD setempat, untuk minta persetujuan. (rid/dit)

  • Bagikan
banner 325x300