Beranda Headline PAN Minta Keberadaan Watimpres Bisa Percepat Pembangunan

PAN Minta Keberadaan Watimpres Bisa Percepat Pembangunan

1502
0

Jakarta- Partai Amanat Nasional (PAN) minta agar sembilan orang yang tergabung dalam Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dapat berperan maksimal guna membantu Presiden Joko Widodo percepat pembangunan di Indonesia.

“Pelantikan Wantimpres ini diharapkan dapat mempercepat realisasi program pembangunan yang dijanjikan Jokowi pada saat kampanye Pemilu 2019 yang lalu,” kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Daulay, Jumat (13/12/19).

Ia juga berharap sembilan orang Wantimpres yang baru dilantik dapat berkontribusi positif dan aktif dalam memberikan masukan dan pertimbangan kepada Jokowi.

Saleh mengingatkan bahwa keberadaan Wantimpres tidak hanya sebagai lembaga prestisius tanpa karya, namun kehadirannya harus benar-benar terasa dan berguna bagi Jokowi.

“Dari sisi namanya, Wantimpres ini kan terkesan lembaga besar yang dekat dengan presiden. Tentu sudah semestinya bisa dimanfaatkan oleh Presiden dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Ada banyak pekerjaan rumah yang mesti dituntaskan,” katanya.

Ditambahkanya, Wantimpres juga telah menambah banyak daftar pembantu Jokowi. Menurutnya, hal tersebut seharusnya bisa bisa membuat Jokowi merealiasasikan program pembangunan lebih cepat.

“Apalagi, para pembantu presiden tersebut diklaim sebagai orang-orang yang sangat tepat duduk di posisinya. Wajar sekali jika masyarakat berharap banyak dari tindakan nyata yang akan mereka lakukan,” katanya.

Untuk diketahui, Jokowi melantik secara resmi sembilan anggota Wantimpres. Pelantikan Wantimpres dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/12) siang.

Pelantikan sembilan anggota Wantimpres periode 2019-2024 ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 137/P Tahun 2019 tentang Pengangkatan dalam Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden.

Sembilan orang yang diangkat menjadi anggota Wantimpres antara lain, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, politikus senior Partai Golkar Agung Laksono.

Kemudian politikus senior PDIP Sidarto Danusubroto, pemilik Grup Mayapada Dato Sri Tahir, Komisaris Utama PT Mustika Ratu Tbk, Putri Kus Wisnu Wardani, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya alias Habib Luthfi.

Selain itu politikus senior PPP Mardiono, pendiri Medco Group Arifin Panigoro, serta mantan Gubernur Jawa Timur Sukarwo alias Pakde Karwo. (cni/dit)

Facebook Comments