Beranda Lampung Bandar Lampung Koperasi TKBM Gandeng BP Jamsostek Ketenagakerjaan, Ini Pemaparannya

Koperasi TKBM Gandeng BP Jamsostek Ketenagakerjaan, Ini Pemaparannya

471
0

Bandar Lampung – Pengurus Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Panjang terus melaksanakan pembenahan, dalam hal ini terlihat pada kegiatan pemaparan Badan Penyelenggara ( BP ) Jamsostek ketenagakerjaan kepada para anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang pada Rabu ( 15/1/2020 ) di halaman kantor Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang.

Dalam penyampaian Perwakilan dari BP Jamsostek Provinsi Lampung, Aziz Muslim menyampaikan bahwa, Iuran terakhir itu bulan November 2017, Artinya dari bulan Desember 2017 sampai di bulan Desember 2019 Koperasi TKBM tidak menyetor iurannya kepada BP Jamsostek.

“Akibatnya ada beberapa yang mengalami kecelakaan saat bekerja ataupun kematian di jangka waktu bulan Desember 2017 sampai sekarang mohon maaf BP Jamsostek belum bisa mengeluarkan dana tersebut karena iurannya belum di bayar,” Jelas Aziz.

“Semoga dengan pengurusan baru ini ada perubahan agar iuran-iuran tadi dibayar, Supaya kawan-kawan kita yang mengalami kecelakaan kerja atau pun kematian dapat kita layani sebagaimana mestinya sesuai perundang-undangan yang berlaku,” harap Aziz.

Sementara pemandu rapat yang juga perwakilan pengurus Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang melalui Sekretaris Indra Akhyadi mengatakan, untuk menghindari kejadian kecelakaan kerja itu semua, maka pengurus Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang, kembali bermusyawarah agar bagaimana menyikapi bila tidak di jamin kecelakaan kerjanya.

“Awalnya para anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang sudah terproteksi dengan BPJS Ketenagakerjaan, dikarenakan kepengurusan Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang yang lama bermasalah maka banyak pula masalahnya terkait ketenagakerjaan,” ujarnya.

“Dengan rapat ini pengurus dan anggota Koperasi TKBM bermusyawarah mengenai ketenagakerjaan, yang akhirnya disepakati dengan membuat kepesertaan baru atau nol tahun agar para anggota Koperasi TKBM Pelabuhan Panjang bisa terjamin keselamatan kerjanya,” ungkap Indra Akhyadi. (Hel/feb)

Facebook Comments