Diduga Lakukan Penipuan, Ketua Gerindra Metro Laporkan Panitia Muscab Serentak Partai Demokrat se- Lampung ke Polresta Bandarlampung

# Dilihat: 2,496 pengunjung
Fajar Arifin, S.H mewakili Sudarsono membuat laporan polisi di Polresta Bandarlampung

BANDARLAMPUNG- Mewakili Sudarsono, Fajar Arifin, S.H selaku advokat penerima kuasa laporkan Panitia Muscab serentak Partai Demokrat se- Lampung yang diselenggarakan DPD Partai Demokrat Provinsi Lampung pada 21 Maret 2022 lalu ke Mapolresta Bandarlampung, Kamis (22/9/22).

Ketua Gerindra Kota Metro, Sudarsono

Untuk diketahui, sebelum jadi Ketua DPC Partai Gerindra Kota Metro, Sudarsono mencalonkan diri sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kota Metro di muscab serentak PD Lampung 21 Maret 2022 lalu, namun tidak diverifikasi oleh panitia muscab.

Panitia Muscab dilaporkan lantaran diduga telah melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sesuai dengan pasal 372 juncto 378 KUHP atas duit senilai Rp25.500.000 yang disetorkan Sudarsono ke panitia muscab serentak.

Laporan ini dibuktikan dengan surat tanda bukti lapor nomor: LP/B/2258/IX/2022/SPKT/POLRESTA BANDAR LAMPUNG/ POLDA LAMPUNG tertanggal 22 September 2022.

“Duit Rp25.500.000 itu sebagai salah satu syarat yang wajib dibayarkan untuk pencalonan Sudarsono sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kota Metro,” ujar Fajar di Mapolresta Bandarlampung.

Namun, lanjutnya, meski panitia Muscab telah menerima uang yang disyaratkan, Sudarsono tidak diverifikasi sebagai calon ketua PD Metro.

” Disinilah Sudarsono merasa ditipu, kenapa duit Rp 25 jutaan dari klien saya itu diterima, tapi kemudian tidak diverifikasi sebagai calon ketua,” ucap pria berjuluk pengacara siaga itu.

Untuk itu, ia meminta kepada aparat kepolisian yang menangani persoalan ini untuk bisa bersikap profesional, tegas, tanpa pandang bulu menegakkan hukum yang berkeadilan bagi kliennya.

” Siapapun yang terlibat dalam skenario adanya dugaan tindak pidana ini harus disikat. Siapapun itu,” tegasnya.

Terpisah, Sudarsono membenarkan bahwa dirinya telah meminta kuasa hukumnya untuk membuat laporan polisi.

“Laporan ini saya lakukan demi memperoleh keadilan atas kesewenang-wenangan oknum dengan mengatasnamakan institusi partai,” ujar mantan Ketua DPRD Kota Metro itu.

Ia juga mengatakan bahwa bukan hanya dirinya saja yang merasa dirugikan dalam muscab serentak PD Lampung yang berlangsung di Balai Krakatau, Bandarlampung itu.

” Lagipula saya didorong oleh Edy Irawan (Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Lampung) untuk maju nyalon jadi Ketua DPC Metro. Tapi setelah saya maju, malah dibuat seperti ini,” ungkap tokoh petani Lampung itu.

Wakil ketua Kadin Lampung bidang pertanian itu juga membocorkan bahwa ada kemungkinan beberapa calon ketua DPC PD kab/kota yang nyalon dalam muscab serentak PD Se-Lampung beberapa waktu yang lalu itu juga akan mengambil langkah yang sama dengan melaporkan ke aparat penegak hukum.

“Bukan hanya saya saja yang merasa dirugikan, ada Anton Setya Putra, Asep makmur (calon ketua DPC PD Lampung Timur) juga Herwan Mega (calon ketua DPC PD Lampura). Bahkan kabarnya nanti bakal ada juga yang menyusul membuat laporan,” beber pemilik ratusan hektar sawit dan karet itu.

Anda jadi ketua Gerindra Metro?

“Mengabdi kepada masyarakat itu dimana saja. Justru saya bersyukur sekarang bisa di Gerindra, saya jadi Ketua Gerindra Metro tanpa mengeluarkan duit atau mahar sedikitpun,” pungkasnya. (Rif)

banner 325x300