Bunda PAUD Metro Buka Workshop SDIDTK

# Dilihat: 1.124 pengunjung
  • Bagikan

METRO- Bunda Paud Kota Metro Silfia Naharani didampingi Ketua GOW Kota Metro Asih Kusminah Qomaru, membuka Workshop Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Pada Balita dan Apras Bagi Pendidik PAUD Kota Metro 2021 berlangsung di Guest House Rumah Dinas Walikota Metro. Kegiatan yang merupakan rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2021 tersebut turut dihadiri oleh para peserta yang berlangsung secara daring, Kamis (08/07/21).

Berdasarkan Laporan Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro, Erla Andrianti yang juga selaku Ketua Pelaksana, bahwa tujuan umum dari pelaksanaan workshop ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan Pendidik PAUD tentang pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini menggunakan SDIDTK, sehingga pendidik dapat memonitor tumbuh kembang anak secara optimal.

Adapun tujuan khususnya adalah meningkatkan keterampilan Pendidik PAUD dalam melakukan SDIDTK setelah diberikan pelatihan, tersedianya sumber daya pendukung pelaksanaan stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang anak, terselenggaranya monitoring evaluasi dan pembinaan kegiatan stimulasi, deteksi, dan intervensi dini tumbuh kembang anak.

Erla mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta pendidik Paud se-Kota Metro yang diikuti secara daring, yang pelaksanaannya dimulai tanggal 08 s.d 10 Juli 2021 dengan narasumber dari Dinas Kesehatan, IBI Kota Metro dan Persagi Kota Metro.

Sementara itu, Bunda Paud Kota Metro Silfia Naharani Wahdi, mengatakan bahwa peringatan HAN dimaknai sebagai kepedulian seluruh bangsa terhadap perlindungan anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal.

“Caranya adalah dengan mendorong keluarga menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak, sehingga akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia, dan cinta tanah air,” terangnya.

Silfia juga menyampaikan, di masa pandemi ini kita mengharapkan anak terlindungi, Indonesia Maju, Anak Indonesia gembira di rumah dan tetap Ceria untuk Metro Gemerlang. Masa Balita juga disebut sebagai Masa Keemasan, Jendela Kesempatan, dan Masa Kritis.

BACA JUGA:  Pembangunan Sesat Agung Sai Wawai Ditarget Selesai Desember 2019

“Di Indonesia jumlah balita sangat besar yaitu sekitar 10% dari seluruh populasi. Berdasarkan jumlah sasaran balita di Kota Metro tahun 2021 sebesar 10.032 balita. Kota Metro mempunyai TK sejumlah 61 buah, Kelompok bermain sejumlah 67 buah dan Raudhotul Athfal sejumlah 11 buah,” katanya.

Masih menurut Bunda Paud, bahwa sebagai calon generasi penerus bangsa, kualitas tumbuh kembang balita di Indonesia perlu mendapat perhatian serius, yaitu mendapat gizi yang baik, stimulasi yang memadai serta terjangkau oleh pelayanan kesehatan berkualitas termasuk deteksi dini dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang.

Berkaitan dengan hal tersebut diperlukan suatu metode untuk mendeteksi dini dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang, kegiatan SDIDTK juga mencegah terjadinya penyimpangan perkembangan dan penyimpangan mental emosional. (hms)

  • Bagikan
banner 325x300