Arinal Targetkan Angka Stunting Lampung Turun Jadi 14 Persen di 2024

# Dilihat: 1.575 pengunjung

LAMPUNG- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi berharap penurunan angka stunting tahun 2024 sesuai target yakni menjadi 14 persen. Bahkan pada 2030 menjadi 0 persen.

Harapan Gubernur itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Fahrizal Darminto saat mewakili Gubernur membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana Provinsi Lampung tahun 2022 di Ballroom Hotel Swissbell, Rabu (16/3/2022). 

“Prevalensi stunting diharapkan turun ke angka 14% pada 2024 sesuai target RPJMN 2020–2024, bahkan kelak diharapkan 0 (nol) pada 2030,” ujar Sekdaprov.

Rakerda ini sendiri mengusung tema “Penguatan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Melalui Optimalisasi Sumber Daya dan Konvergensi Lintas Sektor Menuju Lampung Berjaya”. 

Sekdaprov Fahrizal mengatakan bahwa peran BKKBN sebagai aktor sentral dalam membangun ketahanan keluarga Indonesia secara utuh harus kembali digemakan di Provinsi Lampung. 

Menurutnya keberhasilan Program Keluarga Berencana Nasional pada masa lalu yang diakui dunia adalah salah satu contoh nyata dari peran strategis BKKBN 

Berdasarkan pada 2 fokus Raperda tahun ini yaitu penguatan program Bangga Kencana (pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana) dan penurunan angka stunting, Fahrizal mengatakan BKKBN harus dapat melihat capaian-capaian yang konkret dan terukur. 

Seperti diketahuai, berdasarkan hasil Survey Status Gizi Indonesia tahun 2021, prevalensi stunting untuk Provinsi Lampung menempati urutan ke 5 terendah di Indonesia. 

Fahrizal berpendapat permasalahan stunting memang harus ditangani secara serius karena stunting bukan hanya tentang masalah gagal tumbuh secara fisik tetapi stunting juga dapat mematikan masa depan seorang anak bahkan sebelum ia tumbuh dewasa karena stunting mengindikasikan kemampuan kognitifnya. 

Ia juga menekankan pentinganya peran keluarga, karena keluarga menjadi tempat di mana nilai-nilai agama, norma sosial dan nilai kebangsaan diajarkan dan dipraktikkan.

“Seseorang menjadi unggul dalam kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas, serta keimanan dan akhlak, karena dibentuk di dalam sebuah keluarga. Untuk itu, sangatlah tepat jika semangat membangun bangsa ini dimulai dengan membangun keluarga-keluarga,” ujarnya. 

Fahrizal berharap Program Bangga Kencana dapat lebih digencarkan untuk menjangkau generasi muda sampai ke pelosok karena  pemahaman diri akan pentingnya membangun ketahanan keluarga dapat menjadi bekal yang menentukan kualitas keluarga Indonesia ke depan. 

Terkait Pelaksanaan percepatan penurunan stunting, Fahrizal mengingatkan agar tidak melupakan aspek akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya. 

“Kemitraan telah dibangun dengan pelibatan banyak pihak dan berbagai sumber pendanaan, baik dari pemerintah pusat dan daerah, hingga desa/kelurahan, maupun kontribusi dari lembaga non-pemerintah. Kepercayaan tersebut harus dijaga agar kemitraan tetap langgeng,” ujarnya. 

Dalam acara ini juga dikukuhkan Perkumpulan Kepala Dinas Keluarga Berencana (Perkadis KB) Indonesia Lampung yang diketuai oleh Jumali yang saat ini menjabat sebagai Kepala OPD KB Lampung Tengah dan dikukuhkan langsung oleh Deputi ADPIN  BKKBN Pusat Sukaryo Teguh Santoso.(pim/dit)

banner 325x300