Beranda Headline Ada DPD Yang Belum Musda, Ketua Umum Golkar: Paling Lambat Akhir Maret...

Ada DPD Yang Belum Musda, Ketua Umum Golkar: Paling Lambat Akhir Maret 2020

1168
0
logo golkar

SULAWESI SELATAN- Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto instruksikan seluruh daerah yang belum melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) segera dilaksanakan paling lambat akhir Maret 2020.

“Musda harus digelar tidak terlalu lama. Ada 21 DPD I Provinsi di daerah yang harus Musda, 14 DPD I akan dipimpin ketua baru. Diharapkan sebelum akhir Maret Musda tingkat I selesai,” tegas Airlangga saat Tasyakuran dan Deklarasi Pilkada di gedung CCC Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, dilansir dari Antara.

Hal tersebut menanggapi masih ada ketua DPD I Golkar yang belum defenitif termasuk di Sulsel. Ini sekaligus menjawab posisi rangkap jabatan Nurdin Halid sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel dan Wakil Ketua Umum.

“Saya kira ada kesempitan (bagi Nurdin), dan harus punya ruang baginya ditingkat pusat. Ini dibayar kontan. Wakil Ketua mesti bekerja memenangkan Pemilu 2024. Tugas Pak Nurdin mengkonsolidasikan badan pemenangan pemilu, dan saksi mulai bekerja saat ini,” tegasnya.

Sebab,katanya, saatnya Golkar di daerah mengelar Musda dengan batas waktu penugasan yang diberikan di tingkat provinsi sudah terlalu lama.

Menurutnya, sudah saatnya seluruh kabupaten kota di Indonesia mulai bergerak untuk membangkitkan Golkar. Konsolidasi total dari provinsi ke kabupaten/kota hingga kecamatan, desa, kelurahan harus jalan.

“Jaringan harus kita refresh (disegarkan), diperkuat di momen Pilkada ini, untuk mendapatkan hasil pada 2024 nanti. Pelatihan saksi-saksi dimulai dari tingkat desa agar lebih efektif,” tegasnya.

Menteri Koordinator Perekonomian itu berharap, Partai Golkar kembali membangun basis kekuatan di Wilayah Indonesia Timur.

Sebelumnnya, Nurdin Halid menyinggung soal penugasan masa jabatannya sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel dalam acara itu.

“Saya siap melaksanakan tugas. Kalaupun diminta melanjutkan(Ketua DPD I Golkar Sulsel) atau diperintahkan untuk tugas nasional (Wakil Ketua Umum), apapun perintah Ketua Umum saya akan laksanakan. Kapan pun diminta saya siap melepaskan,” ucap dia.

Nurdin Halid diketahui saat ini masuk sebagai pengurus DPP dan menjabat Wakil Ketua Umum dalam struktur kepengurusan barunya setelah hasil Musyawarah Nasional (Munas) serta secara aklamasi Airlangga Hartarto ditunjuk sebagai Ketua Umum kembali.

Posisi Nurdin Halid sebelumnya ditugaskan menjabat Pelaksana tugas (Plt) Ketua Golkar Sulsel sejak 30 Agustus 2016, setelah mantan ketua sebelumnya Syahrul Yasin Limpo.

Kemudian pada tahun 2019 Golkar Sulsel menggelar Musda hingga ia terpilih secara aklamasi. Namun DPP Golkar kembali menariknya sebagai Wakil Ketua Umum. Secara otomatis akan dilaksanakan Musda karena jabatan ketua DPD I Golkar Sulsel kosong. (ant/dim)

Facebook Comments